Medan (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara (Sumut) bersama PMI Kalimantan Tengah (Kalteng) mengembalikan senyum warga Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjelang bulan suci Ramadhan.

"Beberapa hari jelang Ramadhan, kami ingin memastikan masjid layak digunakan," kata Koordinator Lapangan PMI Sumut Ade Yudiansyah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu.

Relawan PMI lintas provinsi ini, lanjut dia, tidak hanya sekedar membersihkan sisa lumpur di Masjid Nur Ikhsan, Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah.

Namun, memberikan berbagai layanan dibutuhkan warga, di antaranya kesehatan, mendistribusikan bantuan paket kebersihan, dan perlengkapan ibadah berupa Alquran.

Selain itu, para relawan juga memberikan dukungan psikososial dengan mengajak anak-anak bermain untuk menghapus trauma pascabencana banjir di PAUD Mawar Aek Horsik.

"Fokus utama kegiatan kita dipusatkan di Masjid Nur Ikhsan. Di sana, sebanyak 20 personel terdiri atas dua dokter, tiga perawat, dan 15 relawan," kata Ade.

Prioritas yang dilakukan saat ini adalah memastikan fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir siap digunakan kembali. "Kami juga melakukan aksi bersih lingkungan agar akses masyarakat menuju masjid tidak lagi sulit," tuturnya.

Menurutnya, aksi kolaborasi lintas provinsi tersebut membuktikan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

"Melalui pengobatan, dukungan psikis hingga pemulihan rumah ibadah, PMI berupaya mengembalikan harapan warga Aek Horsik menatap hari esok lebih sehat dan tangguh," jelas Ade.

Yakob, warga Desa Aek Horsik, Tapanuli Tengah, mengaku langsung mengajak istrinya ke masjid setelah mendengar pengumuman adanya pengobatan gratis ini.

Layanan kesehatan menjadi magnet bagi warga karena secara umum warga mengeluhkan gangguan fisik pascabencana banjir, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan.

"Dampak banjir ini membuat kami pegal-pegal dan batuk. Biasanya kalau mau beli obat, harus ke kota dulu. Alhamdulillah, hari ini kami sangat dipermudah," papar Yakob.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026