Medan (ANTARA) - Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia memberikan bantuan beasiswa pendidikan senilai 50.000 Euro bagi mahasiswa terdampak bencana di wilayah Sumatera sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda.

Bantuan beasiswa ini disalurkan melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan didistribusikan kepada para penerima manfaat melalui tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Syiah Kuala (Aceh), Universitas Sumatra Utara (Medan), dan Universitas Andalas (Padang). 

Dalam keterangan diterima di Medan, Jumat,  Direktur Public Affairs Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial pasca-bencana, khususnya di sektor pendidikan.

“Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat paskabencana. Melalui program beasiswa ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban mahasiswa dan keluarga mereka, sekaligus memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ujar Karina.

Ia mengatakan dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pemulihan masyarakat. Oleh karena itu, bantuan ini tidak hanya dipandang sebagai tanggap darurat, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dunia usaha dalam mendukung pemulihan dan pembangunan di wilayah terdampak.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Mustanir menyampaikan apresiasinya atas dukungan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Aceh.

“Bencana tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan perekonomian masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Beasiswa ini memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang dan fokus,” ucapnya.

Rektor Unand Efa Yonnedi menilai kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjaga ketahanan pendidikan pasca-bencana.

“Pemulihan tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beasiswa ini memberikan harapan dan kepastian bagi mahasiswa terdampak di UNAND. Kami mengapresiasi kolaborasi CCEP Indonesia dan APINDO yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan sosial jangka panjang,” katanya.

Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan mengatakan dengan dunia usaha menjadi salah satu bentuk dukungan penting dalam menjaga akses pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana. 

“Kami mengapresiasi inisiatif CCEP Indonesia yang memberikan perhatian pada sektor pendidikan pascabencana. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban mahasiswa secara finansial, tetapi juga memberikan motivasi moral bagi mereka untuk terus berprestasi,” ucapnya.

Ketua Umum APINDO Shinta W Kamdani mengatakan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk dalam situasi bencana. Menurut Shinta, pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana, dan di tengah kondisi sulit, korban terdampak
bencana tetap berhak mendapatkan akses belajar sebagai bekal masa depan mereka.

Shinta menambahkan bahwa kolaborasi APINDO dan CCEP Indonesia mencerminkan komitmen nyata dunia usaha untuk berperan aktif dalam pemulihan sosial. “Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab dunia usaha untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor usaha dan masyarakat dalam membangun ketahanan pascabencana,” ujarnya.

Dengan sinergi antara CCEP Indonesia, APINDO, dan perguruan tinggi, inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi strategis dunia usaha dalam memperkuat ketahanan sosial dan memastikan masa depan generasi muda tetap terjaga, bahkan di tengah situasi bencana.
 



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026