Dia menilai peta canggih yang telah disatukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut memiliki manfaat bagi pemerintah daerah, karena memiliki informasi geospasial tematik yang akan mempermudah dalam merencanakan pembangunan daerah.
"Tentu ini sangat berguna bagi kita, mempermudah dalam merencanakan pembangunan, penyelesaian tumpang tindih lahan, sengketa lahan, bahkan membuat kebijakan," ujar Agus Fatoni, usai menghadiri peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0, di Jakarta, Kamis.
Dia juga mengatakan peta canggih tersebut akan mempermudah dalam investasi serta meningkatkan sumber daya manusia dan pembangunan suatu kawasan.
Sebelumnya, Indonesia memiliki sekitar 85 peta tematik dari berbagai kementerian dan lembaga berbeda. Kemudian di tahun 2018, Presiden Jokowi memutuskan untuk menyatukan peta-peta tematik tersebut.
"Semua bisa melihat informasi pada peta ini, sehingga akan mempermudah investor berinvestasi, kita harus bisa manfaatkan itu, apalagi Sumut yang punya potensi besar industri dan juga SDA," katanya pula.
Pihaknya akan memanfaatkan Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 sebagai bentuk komitmen dalam membangun Sumut lebih baik lagi.
"Data yang dimuat pada peta ini, antara lain kawasan hutan, kepemilikan tanah, Hak Guna Usaha (HGU), dan data lainnya," ujar dia.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kesempatan yang sama mengatakan peta tematik sudah disatukan sebanyak 151 dari 23 kementerian hingga Juli 2024.
Dia menjelaskan proses penyatuan seluruh peta tematik Indonesia masih terus berproses ke depannya.
Menurut Menko Perekonomian melalui kebijakan Satu Peta telah menyelesaikan 19,97 persen masalah tumpang tindih lahan. Tak hanya itu, kebijakan tersebut telah membenahi tata kelola data spasial dan perizinan.
"Target RPJMN 2024-2025 pertumbuhan ekonomi 6-7 persen dengan nilai investasi 2025 sekitar Rp1.900 triliun, ini target yang cukup menantang, dan untuk mencapai itu Kebijakan Satu Peta ini menjadi sangat penting," ujar Menko Airlangga Hartarto.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam kesempatan yang sama berharap, peta tematik ini akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan ruang sehingga proses pembangunan bisa lebih cepat dilakukan.
"One map policy sangat strategis dan one map policy ini akan menciptakan suatu efisiensi dan tidak terjadinya tumpang tindih pemanfaatan ruang," ujar Prabowo Subianto.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 percepat pembangunan Sumut
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.