Jakarta (ANTARA) -
”Pemilik bus harus melakukan servis rutin untuk menghadapi musim ini, mulai dari pengecekan performa mesin, kekuatan rem, fungsi elektrikal dan fungsi lainnya,” kata Faustina melalui keterangan resmi yang diterima pada Selasa.
Jika rem tidak dalam kondisi prima, kendaraan akan kesulitan untuk menghentikan lajunya. Saat pengendara menginjak pedal rem dan laju kendaraan tidak berhenti, maka rem dapat dikatakan mengalami rem blong dan dapat menyebabkan kecelakaan di jalan.
Menurut data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sebanyak 90 persen kasus kecelakaan dengan bus dan truk terjadi karena masalah di sistem rem.
Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan rem blong. Di antaranya, jika tekanan udara pada sistem rem habis, hingga kanvas rem atau sepatu rem sudah aus dan diameter dalam tromol yang sudah melebihi limit maksimumnya.
