Menurut Kadisporasu yang akrab disapa Bahar tersebut, kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Webmedia Training Centre.
"Terhadap kerjasama ini saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi sebagai implementasi program pengembangan kapasitas serta daya saing kepemudaan di Provinsi Sumatera Utara melalui kegiatan pelatihan keterampilan pemuda bidang desain grafis dan Vidio editing.
Dikatakan, pelatihan keterampilan ini dilaksanakan bertujuan untuk menumbuh kembangkan sikap mental wirausaha muda agar dapat mengelola potensi diri, karena saat ini skill yang berbasis desain grafis dan vidio editing sangat dibutuhkan dalam menciptakan branding di dunia bisnis serta campaign marketing.
"Juga untuk memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi para pemuda dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan life skill dalam bidang desain grafis dan sikap mental kemandirian yang secara berkelanjutan diharapkan dapat mendorong menjadi seorang ilustrator atau membuka usaha desain," jelas Bahar.
Selain itu ujar Kadisporasu, juga dapat mengurangi angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja bagi para pemuda melalui bidang desain grafis dan Vidio editing.
Dengan demikian kata Kadisporasu, maka pemerintah dalam hal ini Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara berperan untuk memfasilitasi kegiatan ini sebagai salah satu komitmen guna mendorong pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi pemuda khususnya di Sumut.
"Dalam upaya pembinaan generasi muda diperlukan proses pembelajaran yang berkesinambungan, terarah dan dapat diimplementasikan melalui kegiatan ke arah pembinaan sesuai inti pola dasar pelayanan kepemudaan meliputi penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan pemuda sesuai dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan," jelasnya lagi.
Melalui kegiatan pelatihan keterampilan ini juga diharapkan dapat meningkatkan indeks pembangunan pemuda (IPP) di Sumatera Utara yang merupakan tolok ukur pembangunan pemuda pada lima domain dasar yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan serta gender dan diskriminasi yang saat ini memerlukan kerjasama lintas sektor pelayanan kepemudaan untuk mewujudkan peningkatan indeks pembangunan pemuda di Sumut.
"Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut ini dalam rangka mendorong meningkatnya indeks pembangunan pemuda adalah dari sektor peningkatan lapangan dan kesempatan kerja, dengan cara membekali pemuda dengan skill yang dapat meningkatkan persentasi jumlah wirausaha muda," ucapnya.
Khususnya di Sumut generasi muda harus mampu menciptakan peluang usaha melalui pemanfaatan skill sesuai bidang dan kompetensi dari masing-masing seiring kemajuan di bidang informasi dan teknologi untuk mengejar tingkat kecakapan hidup (life skill).
Untuk mencapai harapan tersebut, Bahar berpesan kepada seluruh peserta untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan keterampilan ini serta mempunyai motivasi yang tinggi untuk dikembangkan dalam bentuk karya nyata setelah selesai mengikuti pelatihan ini.
"Saya harapkan seluruh peserta benar-benar mengikuti pelatihan ini, karena sangat besar manfaatkan bagi diri sendiri. Kesempatan seperti ini belum tentu ada lagi di tahun-tahun mendatang," ungkapnya.
Kegiatan pelatihan keterampilan pemuda tersebut turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Layanan Kepemudaan dan Kepramukaan Fahri Azhari S.STp M.Sp, para pejabat eselon IV di lingkungan Disporasu diantaranya Analis Kebijakan (Seksi Pengembangan Pemuda) Dwi Widodo SH, Perencana (Seksi Penyadaran Pemuda) Raikhana Syahbi SH, Analis Kebijakan Ahli Muda (Seksi Pemberdayaan Pemuda) Suhartini S Kom serta undangan lainnya.
Pewarta: RelEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026