Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut "perkembangan berbahaya, keadaan regional yang tak stabil dan potensi ancaman yang ada," menurut BNA.
Peringatan tersebut dikeluarkan di tengah-tengah peningkatan ketegangan antara AS dan Iran. Washington pada Rabu menarik para anggota staf dari kedutaan besarnya di Baghdad, ibu kota Irak, karena kekhawatiran ancaman dari Iran, negara tetangga Irak setelah serangan akhir pekan terhadap empat tanker minyak di Teluk. Milisi Syiah Irak bersekutu dengan Iran.
Sebelumnya Exxon mengosongkan staf asingnya dari ladang minyak Irak.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Sabtu mengatakan pihaknya tak percaya bakal terjadi perang di kawasan Timur Tengah karena Teheran tak ingin berkonflik dan tidak ada negarta yang memiliki "ilusi bahwa mereka mampu menghadapi Iran", seperti dilansir Kantor Berita IRNA.
"Tidak akan terjadi perang karena kami tidak menginginkan perang dan tidak ada orang yang mempunyai ide atau ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di kawasan," kata Zarif kepada IRNA sebelum menyudahi kunjungannya ke Beijing.
Baca juga: Menlu Iran: Tidak akan ada perang karena kami tak menginginkan itu
Pewarta: Mohamad AnthoniEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.