Staf ahli Bupati Deliserdang Aida Harahap di Lubukpakam, Jumat, mengatakan, Pemkab Deliserdang telah melakukan berbagai langkah dalam bagi optimalisasi kepesertaan Program Jaminan Kesehatan nasional (JKN) di daerah itu.
Seperti menggelar road show di seluruh kecamatan yang dilaksanakan Oktober 2018 lalu dengan menghadirkan kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.
"Dengan berbagai langkah yang dilakukan tersebut, hingga saat ini kepesertaan JKN sudah mencapai 48 persen dari jumlah penduduk Deliserdang 2.029.308 jiwa," katanya pada sosialisasi optimalisasi kepesertaan JKN kerja sama Kemenkominfo BPJS, dan Pemkab Deliserdang.
Ia mengatakan, Pemkab deliserdang sejak tahun 2008 telah memprogramkan Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dengan alokasi dana dari APBD untuk masyarakat kurang mampu atau miskin di daerah itu.
"Dan tahun ini telah diintegrasikan menjadi BPJS JKN, dengan dana APBD mencapai Rp.42 miliar dengan peserta mencapai 55 ribu jiwa," katanya.
Direktur Informasi, Komunikasi dan Maritim Kemenkominfo, Seftiana Tangkari, dalam kesempatan yang sama mengatakan, JKN adalah sarana untuk berjaga-jaga menghadapi kemungkinan ketika jatuh sakit dalam hal kesiapan menghadapi pembiayaan perawatan dan pengobatan .
Kepesertaan JKN itu merupakan filosofi dari gotong royong yang artinya saling membantu antara masyarakat yang mampu dan yang tidak mampu, subsidi silang yang sehat membantu yang sakit.
"Kita mungkin tidak sakit, namun iuran yang kita bayar dalam JKN akan membantu pihak-pihak yang membutuhkan sesuai dengan mottonya "Dengan Gotong Royong Semua Bisa Tertolong". Untuk itu lah seluruh masyarakat diwajibkan menjadi peserta, sedangkan untuk masyarakat miskin iuran ditanggung pemerintah sesuai kriteria yang ditentukan," katanya.
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.