Medan, 6/11 (Antarasumut) -Indonesia harus mempertahankan kerukunan umat beragama yang cukup baik dan pernah menjadi contoh kerukunan umat beragama dunia.
" Derajat kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat baik. Bahkan pada tahun 1990-an Indonesia masih menjadi 'role mode' kerukunan di dunia sehingga kondisi itu harus dipertahankan," ujar Din Syamsuddin di Tarutung, Selasa.
Dia mengatakan itu disela kunjungan di Komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut.
Menurut Din Syamsuddin yang menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, untuk mempertahankan derajat kerukunan umat beragama di Indonesia yang masih sangat baik, pihaknya terus melakukan kunjungan silaturrahim.
Silaturrahim seperti ke simpul-simpul umat beragama yang besar di antaranya Kantor GPI, Walubi, Matakin dan Parisada Hindu Dharma.
"Kali ini silaturrahim ke HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut yang sekaligus mengantarkan salah satu sahabat Effendi MS Simbolon pulang kampung," katanya.
Effendi MS Simbolon, politisi PDIP itu juga merupakan Ketua Umum Punguan Simbolon Boruna Indonesia (PSBI).
Din menegaskan, silaturrahim dan dialog antaragama sangat penting agar persatuan tetap kuat.
" Kita berbeda, mari kita hidup berdampingan secara damai di Indonesia yang majemuk karena meski kita berbeda, kita tetap bersaudara," katanya.
Din Syamsuddin.menegaskan kunjungan itu dalam rangka bersilaturahim antara pimpinan umat Kristen Batak Protestan yang bertujuan untuk menguatkan kerukunan antara umat beragama.
Diakuinya, diantara umat beragama yang sering "bermasalah" adalah antara Islam dengan Kristen dan itu terjadi di kelompok minoritas.
Hal itu disebabkan karena kedua agama tersebut berasal dari rumpun yang sama.
Biasanya, orang yang lahir dari keturunan yang sama sering berantam namun dirinya tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai justifikasi.
Jika ada masalah antaragama, katanya, marilah dirajut kerukunan dari lingkaran Islam dan Kristiani.
"Dialog agama tidak melewati kebaktian peribadatan masing-masing agama. Dalam Islam, bagimu agamamu dan bagiku agamaku maka dari itu seyogyanya mari kita menggembirakan perayaan upacara hari besar masing-masing, tetapi tidak perlu melewati peribadatan itu," ujarnya.
Pimpinan HKBP Ephorus, Darwin Lumban Tobing mengatakan, HKBP sangat mengapresiasi atas kehadiran Din Syamsuddin yang diketahui adalah pemersatu kerukunan umat beragama secara nasional yang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo.
"HKBP selalu menjalankan silahturrahim dengan agama Islam dan agama lainnya. Memang agama Kristen dan agama lain berbeda tetapi perbedaan jangan yang dicari-cari , namun mencari persamaan agar terjadi kerukunan di NKRI ini," ucapnya.
Ketua Umum PSBI Effendi MS Simbolon mengapresiasi kehadiran Din Syamsuddin.
Apalagi, katanya, dialog itu bisa melihat adanya toleransi antara umat beragama dan etnik di Indonesia yang sangat tinggi.
"Sumut bisa menjadi role mode toleransi beragama di Indonesia," katanya.
Dengan adanya dialog itu tentunya akan memberikan kekondusifan, keharmonisan sehingga nantinya perbedaan tidak akan memecahbelah kan persatuan NKRI.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.