Rantauprapat, 30/8 (Antarasumut) - Polisi Resor (Polres) Labuhanbatu mengandeng Imam Masjid dan Khatib untuk menciptakan kesejukan serta peningkatan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di daerah.
Kapolres Labuhanbatu AKBP. Frido Situmorang, Rabu ketika dihubungi mengatakan, polisi punya pekerjaan besar dalam menangani masalah paham radikalisme, ujaran kebencian dan tangkal berita hoaxs yang dapat merusak tatanan sosial di masyarakat.
Menurutnya, dengan mengandeng dan memberi pembinaan kepada Imam dan Khatib, dapat merealisasikan pesan kamtibmas secara langsung di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.
"Saya sudah berencana bertemu dengan Imam dan Khatib melalui MUI Labuhanbatu, untuk secara bersama-sama menciptakan siar kesejukan di masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, polisi terus melakukan upaya-upaya dalam menciptakan pesan Kamtibmas di media sosial maupun secara langsung. Frido mengimbau, agar masyarakat mewanti-wanti dalam menerima dan membagikan informasi yang belum tentu kebenarannya.
Dengan demikian, kontent negatif yang dapat merusak persatuan dan kesatuan dapat di hilangkan. "Saya yakin Imam dan Khatib menjadi garda terdepan untuk Kamtibmas dan bisa bersinegri dengan pihak kepolisian. Dan akhirnya mereka adalah benteng paham radikalisme," ujarnya.
Frido mengemukakan, pihaknya juga sepakat menjalin komunikasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Labuhanbatu untuk mengatasi isu-isu negatif di masayarakat dengan menyampaikan pesan-pesan kesejukan.
Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, melalui Asisten I Sofyan Hasibuan mengapresiasi kegiatan pembinaan Imam dan Khotib yang digagas Polres Labuhanbatu.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan corong terdepan untuk memberikan kesejukan juga menjadi tameng utama membentengh ujaran kebencian. "Imam dan Khotib garda terdepan pemerintah menangkal ujaran kebencian," katanya.
Pewarta: KurniaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.