Pandan, 6/2 (Antarasumut)- Sekelompok massa merampas kotak suara KPUD Tapteng yang hendak diantar ke Kecamatan dari TPS. Massa yang melakukan perampasan itu tergolong nekat, karena merampas kotak suara dari tangan pihak kepolisian dan juga petugas KPPS.

Walaupun upaya pengamanan sudah dilakukan, namun massa berhasil membawa lari kotak suara tersebut. Dan setelah mendapat laporan ada aksi perampasan, Kapolres Tapteng, AKBP Hari Setyo Budi langsung memerintahkan pasukannya untuk melakukan pengejaran.

Baku hantampun tidak terelakkan antara kelompok massa dengan pihak kepolisan. Berkat ketangguhan polisi, akhirnya massa yang membawa lari kotak suara itu dapat dilumpukan dan diamankan.

Menurut keterangan petugas PPKS dan juga pihak kemanan, bahwa sejak terjadinya penghitungan suara di salah satu TPS tepatnya di TPS 1 Suka Damai, sudah ada riak-riak akan terjadi keributan. 

Dimana salah satu saksi dari Paslon bupati Tapteng tidak terima akan hasil jumlah suara yang diperoleh Paslonya. 

Ia pun tidak mau menandatangani berita acara penghitungan suara, dan mengancam akan melakukan aksi, karena menurutnya pihak penyelenggara tidak berlaku adil dan berpihak kepada salah satu Paslon.

Hal itulah yang diduga menjadi pemuci terjadinya aksi perampasan kotak suara tersebut, ketika hendak mau dibawa dari TPS menuju kecamatan.

Demikianlah aksi simulasi pengamanan Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2017, yang dilakukan Polres Tapteng bersama dengan tim dari Brimob. 

Simulasi itu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan jika terjadi kerusuhan dalam Pilkada Tapteng yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 15 Februari 2017.

“Mulai hari ini kita rutinmelakukan simulasi dan juga patrol di kawasan Tapanuli Tengah. Dan hari ini tim dari Brimob Padangsidimpuan sudah tiba di Tapteng, dan langsung menggelar latihan bersama sebagai bentuk antisipasi pengamaman jika terjadi kerusuhan. Kita berharap kiranya Pilada Tapteng ini dapat berjalan lancar dan aman,”katanya, Senin siang di kawasan Terminal Terpadu Pandan tempat berlangsungnya simulasi.



Pewarta: Jason
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026