Pilkada dengan satu Paslon seperti yang terdapat di Kota Tebing Tinggi bukanlah Pilkada yang aneh-aneh, semua sudah ada aturanya, Pilkada dengan hanya satu Paslon juga punya alternatif untuk memilih.
Tebing Tinggi,29/1(antarasumut)- Komisioner KPU-RI Hadar Nafis Gumay sampaikan bahwa Pilkada dengan satu Paslon seperti yang terdapat di Kota Tebing Tinggi bukanlah Pilkada yang aneh-aneh, semua sudah ada aturanya.

Hal ini disampaikan Gumay disela-sela acara simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pilkada Tebing Tinggi minggu (29/1) dilapangan Merdeka Tebing Tinggi kepada Pers.

Dikatakannya pelaksanaan simulasi ini bertujuan untuk menambah pemahaman lebih bagi penyelenggara dan pemilih, agar saat pelaksanaannya di hari H nanti bisa berjalan dengan baik, dan lebih penting lagi buat penyelenggara yang kebanyakan masih baru.

Pada prinsipnya simulasi ini juga menyampaikan bahwa pilkada yang diikuti oleh hanya seorang paslon adalah syah dan sesuai dengan peraturan, dan ada alternatif bagi bagi pemilih, karena punya dua kotak yakni yang bergambar Paslon dan kotak kosong.ujarnya.

Gumay menyatakan berdasarkan dari Pilkada serentak tahun 2015, partisipasi masyarakat untuk paslon yang tunggal memang menurun dibanding dengan Pilkada dengan lebih dari satu Paslon, dan ini merupakan tantangan buat kita semua.

Partisipasi masyarakat pemilih untuk ikut serta dalam Pilkada yang bukan sekedar terdaftar di DPT saja, tetapi juga ikut menggunakan hak suaranya datang ke TPS-TPS, dan ini sama pentingnya Pilkada itu sendiri.

Untuk itu pula kami berharap Pemerintah Kota dan segenap elemen masyarakat, isntansi termasuk rekan-rekan pers ikut mensosialisasikannya kepada masyarakat, untuk ikut dalam pilkada ini, yang oleh KPU ditargetkan 77,5 % pemilih.

Dari hasil Simulasi ini nantinya kami akan terus melakukan evaluasi, dan ini terus kami lakukan untuk perbaikan kekurangannya yang ada, kita semua ingin memperoleh hasil yang terbaik, ujarnya.



Pewarta: Dhani Elison
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026