Binjai, Sumut, 7/11 (Antarasumut) - Wali Kota Binjai Muhammad Idaham membahas masalah inflasi nasional dari kenaikan harga cabai merah dan sayur-sayuran di kantor Dinas Pertanian setempat, Senin.

Muhammad Idaham mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan sayur-sayuran berdampak terhadap inflasi nasional.

"Harga cabai merah saat ini mencapai Rp110,000 per kilogramnya, ditambah naiknya harga sayuran mengakibatkan inflasi nasional," katanya.

Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit serta sayur-sayuran itu sangat berpengaruh besar bagi perekonomian, termasuk di Kota Binjai sendiri.

Untuk itu, Idaham mengajak kelompok tani dan pemuda pelopor untuk menggagas penanaman cabai di daerahnya.

Ia juga meminta penyuluh pertanian membuat skema penanaman, mulai pengolahan lahan, benih dan obat antihama, serta pupuk secara detail.

"Tahap pertama akan dipinjam lahan eks PTPN II yang terletak di Kelurahan Tunggurono seluas 3 hektare. Nantinya sebagian untuk penanaman cabai, selebihnya sayur-sayuran, selain bisa dijadikan wisata sayuran, hasil panen akan dijual kepada rakyat dibawah harga pasar," katanya.

Kalau perlu, dilakukan operasi pasar guna membantu rakyat yang akan digunakan dari pemanfaatan lahan dengan tanaman cabai dan sayuran tersebut.

Wali Kota juga menyebutkan jika harga cabai merah turun, hasil panen bisa dijual lebih murah sehingga bisa menolong warga yang membutuhkannya termasuk menolong pedagang sendiri.

Pihaknya mengajak untuk memanfaatkan tenaga penyuluh dan kelompok tani bekerja sama, selain itu kepada pemuda pelopor diharapkan mempelajari sektor pertanian dan manajemennya, sehingga Binjai terhindar dari dampak inflasi dan rakyat bisa memperoleh cabai merah dengan harga murah.

"Saya ingin program ini segera, sebab dana sudah disiapkan sebesar Rp250 juta, guna mewujudkan secepatnya pertanaman cabai maupun sayuran ini," ujarnya. 

Pewarta: Imam Fauzi
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026