Tapanuli Selatan,3/9(Antarasumut)-Batangtoru, saat ini berupaya menjadi satu dari 14 Kecamatan di Tapanuli Selatan sebagai sentra budidaya jagung.

Upaya tersebut dilakukan kelompok tani (poktan) Maju Bersama, dibawah binaan Tambang Emas Batangtoru.

Poktan itu tanam serentak jagung pipil diatas lahan seluas 15 hektare, kemarin, di Lubuk Tano, Dusun Aek Sirara, Desa Sumuran, Batangtoru.

Stevi Thomas, deputi general manager general affairs Tambang Emas Martabe mengatakan, kegiatan mereka itu mendorong semua pihak dalam rangka upaya mendukung ketahanan pangan secara nasional.

"Disamping itu memperkuat komitmen tambang emas Martabe yang konsisten tumbuh bersama pemangku kepentingan termasuk kelompok tani," katanya.

Dari situ diyakini akan mampu meningkatkan pendapatan para petani sekaligus peluang Batangtoru menjadi lumbung hasil pertanian, termasuk jagung di Tapsel.

Jagung, kata dia, merupakan komoditi unggulan sektor pertanian di Tapsel, dan salah satu komoditi program Upsus (upaya khusus) dari komoditi utama Pajale (padi, jagung dan kedelai).

“Mencapai swasembada jagung, diharap petani dapat bekerjasama secara intensif dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), karena swasembada akan tercapai jika semua pihak berkontribusi maksimal,” ujar Stevi.
 

Poktan Maju Bersama beranggotakan 30 orang petani menggunakan sistem penanaman berselang waktu, prediksi panen perdana Januari 2017 dengan target panen 5 ton jagung per Ha untuk tahap pertama.
 



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026