"Bantuan ini diharapkan bisa menmingkatkan pendapatan ekonomi kelompok peternak sapi yang ada," Kata Kepala Dinas Peternakan Langkat M Tambeng di Stabat, Rabu.
Tambeng menjelaskan mereka yang menerima bantuan sapi dari Kementerian Pertanian ini merupakan kelompok ternak yang sudah diusulkan pada Tahun 2015 yang lalu, namun baru terealisasi pada tahun 2016 ini.
"Nantinya setiap kelompok ternak akan menerima bantuan berupa 25 ekor sapi yang selanjutnya akan dipelihara untuk dikembangkan oleh kelompok tersebut, kita juga berharap bisa pula nantinya ditularkan kepada kelompok lainnya yang juga berminat," ujarnya.
Adapun keenam kelompok penerima bantuan tersebut terdiri dari kelompok Muarasoma, Maju Bersama dan Subur dari Kecamatan Besitang, kelompok Setia Maju Kecamatan Salapian, kelompok Murni dari kecamatan Pematang jaya dan kelompok gternak Skatani dari kecamatan Sei Lepan.
"Bantuan ternak sapi dari pemerintah ini tidak untuk diperjual belikan namun untuk dipopulasikan dan dikembangbiakkan sehingga populasinya terus semakin berkembang guna memenuhi target sapi pada waktu yang akan datang," ungkapnya.
Tambeng juga menjelaskan selain bantuan ternak sapi, pihaknya melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Langkat juga memprogramkan pemberian bantuan buat kelompok ternak berupa pengembangan agribisnis terak itik.
"Kita alokasikan 1.000 ekor itik yang nantinya akan didistribusikan kepada 40 kelompok ternak yang ada, dimana mereka menerina 35 ekor per masing-masing kelompok yang ada dan sudah terdaftar di instansinya itu," katanya.
Selain itu juga akan disalurkan 100 ekor domba terdiri dari 20 ekor domba jantan dan 80 ekor domba betina. "Bantuan domba maupun itik ini diharaapkan akan memberikan motivasi bagi kelompok ternak yang ada untuk memelihara, merawat, menjaga, membesarkan dan mengembangbiakkannya sehingga populasinya terus semakin meningkat dan bertambah," ujarnya.***3***Budi Suyanto
(T.KR-IFZ/B/B008/B008) 03-08-2016 12:11:05
Pewarta: imam FauziEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.