Tapteng, 29/7 (Antarasumut) - Sampai saat ini Pasar Pandan tak kunjung difungsikan. Pada hal bangunan tersebut sudah selesai dikerjakan sekitar tahun 2009, akibatnya kondisi bangunan dan kios sudah banyak yang rusak.

Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkab Tapteng untuk menghidupkan Pasar itu, namun hingga kini tidak ada hasil.

“Pasar ini dibangun masa kepemimpinan Tuani Lumbantobing sebagai bupati Tapteng. Selain Pasar, terminal juga dibangun berdekatan dengan Pasar.Tapi sangat disayangkan hingga kini baik terminal dan pasar tidak berfungsi, padahal sudah banyak uang rakyat tersedot untuk pembangunan itu,”ujar Derman warga sekitar, Jumat.

Dijelaskan Derman, disaat kepemimpinan Bonaran sebagai Bupati menggantikan Tuani, Bonaran tidak mau menyentuh kawasan itu, dengan alasan masih banyak persoalan terkait pembangunan terminal dan pasar.

Barulah disaat Sukran menjabat Bupati menggantikan Bonaran, ada upa-upaya yang dilakukan Pemkab untuk menghidupkan kawasan itu. Namun disayangkan upaya tersebut juga tidak berhasil, karena para pedagang yang ada di Simpang Sibuluan dan Pajak Pandan tidak mau direlokasi.

“Sekitar bulan Februari lalu kami disuruh Dagkopin Tapteng untuk membangun pondok-pondok disekitar Pasar Pandan, karena pedagang dari Pandan dan Simpang Sibuluan akan berjualan di Pasar Pandan. Kamipun sampai berebut untuk membangun. Namun nyatanya hanya sedikit pedagang yang mau pindah dan itupun tidak bertahan lama. Akibatnya bangunan pondok-pondok terbengkalai dan dibiarkan begitu saja,” kata Ibu Roby.

Hasil amatan di lokasi, kondisi pasar kini jadi kumuh dan terlantar. Bahkan rumput tumbuh subur tanpa ada yang membersihkan.
Sementara Kadis Dagkopin Tapteng ketika ditemui ke kantornya tidak ada ditempat.

Demikian juga Kabag Humas Tapteng tidak masuk kantor.



Pewarta: Jason
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026