"Untuk membantu mengendalikan harga, Bulog juga melakukan OP"
Medan, 1/6 (Antara) - Sumatera Utara kembali mengalami inflasi di bulan Mei 2016 sebesar 0,44 persen akibat kenaikan harga berbagai barang kebutuhan khususnya gula, daging sapi, daging ayam dan cabai merah.

"Sumut pada Mei inflasi setelah di April 2016 bisa deflasi sebesar 1,16 persen," ujar Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Bismark S Pardamean di Medan, Rabu.

Dengan inflasi lagi di Mei, maka hingga Mei sudah empat bulan mengalami inflasi yakni Januari, Februari, Maret dan Mei dengan besaran 0,88 persen, 0,27 persen, 0,84 persen dan 0,44 persen.

Hanya di April, Sumut mengalami deflasi.

"Inflasi pada Mei dipicu terjadinya kenaikan harga berbagai barang khususnya kebutuhan utama," ujarnya.

Selain itu, inflasi juga didorong terjadinya inflasi di tiga dari empat kota yang dijadikaan indeks harga konsumen yakni Medan 0,44 persen, Pematangsiantar 0,82 persen dan Padangsidempuan 0,31 persen.


Hanya Sibolga yang deflasi 0,47 persen.

Dengan inflasi di Mei, maka secara kumulatif, inflasi Sumut pada Mei 2016, mengalami peningkatan atau mencapai 1,27 persen dari di April yang masih 0,82 persen.

Bismark menjelaskan, terjadinya inflasi di Sumut pada Mei disebabkan naiknya beberapa harga barang pangan.

Harga cabai merah di pasar Medan pada Mei, misalnya naik 3,99 persen.

Daging ayam ras naik 12,62 persen, harga gula pasir naik 7, 67 persen dan termasuk emas perhiasan yang naik 2,47 persen.

Kepala Bulog Sumut, Fatah Yasin menyebutkan, Bulog terus berupaya menekan harga dengan melakukan berbagai langkah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut.

Langkah yang dilakukan antara lain membeli berbagai kebutuhan seperti cabai, bawang merah dan beras ke daerah yang sedang panen dan menjual ke daerah yang tidak panen.

Kemudian dengan melakukan operasi pasar (OP).

"Dengan adanya keseimbangan dan ketersediaan barang di berbagai daerah, maka harga jual diharapkan bisa distabilkan sehingga petani dan masyarakat sama-sama diuntungkan dengan terjadinya harga yang wajar," kata Fatah Yasin.

Untuk membantu mengendalikan harga, Bulog juga melakukan OP.

OP untuk beras, gula, cabai merah dan bawang merah terus digelontorkan mulai di pasar tradisional dan kantor instansi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Difi A Johansyah menyebutkan, Pemprov Sumut terus berupaya menekan angka inflasi dari 2015 yang sebesar 3,24 persen.***3***

Meskipun angka inflasi Sumut di 2015 itu sebenarnya sudah berhasil ditekan dari 2014 yang sebesar 8,17 persen dan 2013 yang masih 10,18 persen. 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026