Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) melakukan pengemasan beras untuk program bantuan pangan yang segera disalurkan kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut pada periode Juli 2026.
"Saat ini kami masih melakukan pengemasan beras yang disalurkan kepada para penerima manfaat," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Sumut, Minggu.
Budi mengatakan pengemasan dilakukan untuk mempercepat pendistribusian bantuan pangan kepada para penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Ia menjelaskan penyaluran bantuan pangan pada periode Juli 2026 kemungkinan menggunakan data penerima manfaat yang sama seperti periode sebelumnya. Tapi, pihaknya masih menunggu data resmi dan petunjuk teknis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Bapanas. Jika sudah diterbitkan, kami siap menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat," katanya.
Budi memperkirakan kebutuhan beras untuk program bantuan pangan pada periode Juli 2026 mencapai sekitar 17.000 ton, mengacu pada alokasi penyaluran sebelumnya.
Sebelumnya, Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 1,7 juta penerima manfaat untuk alokasi Februari-Maret 2026. Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, Bulog menyiapkan sekitar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter minyak goreng merek MinyaKita.
Jumlah penerima bantuan pangan pada 2026 meningkat dibandingkan penyaluran periode Oktober-November 2025 yang tercatat sebanyak 844.696 penerima manfaat.
Program bantuan pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.