Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyatakan realisasi penyaluran bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng merek Minyakita kepada penerima manfaat telah mencapai 95 persen.
"Dari total 1.756.846 penerima manfaat di Sumatera Utara untuk alokasi Februari-Maret 2026, sekitar 95 persen atau sebanyak 1,66 juta penerima manfaat telah menerima bantuan tersebut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Minggu.
Budi mengatakan dari 1,66 juta orang itu, pihaknya telah menyalurkan sebanyak 33.379 ton beras dan 6.675.844 liter Minyakita kepada penerima manfaat di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Lebih lanjut, ia mengatakan Bulog Sumut terus melakukan penyaluran di daerah yang realisasinya belum mencapai 100 persen, seperti di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Nias Selatan.
"Kami optimistis penyaluran di daerah tersebut dapat tuntas dalam waktu dekat, karena bantuan pangan sudah sampai di kantor kepala desa maupun kelurahan," ucapnya.
Ia menambahkan bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui pemerintah setempat kepada warga penerima manfaat di masing-masing daerah guna membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Pada Juli 2026, pemerintah juga menjadwalkan kembali penyaluran program bantuan pangan. Untuk itu, kami masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pelaksanaan penyaluran di daerah," ujarnya.
Bulog Sumut berharap program bantuan pangan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan.
Untuk memenuhi alokasi bantuan tersebut, Bulog Sumatera Utara menyiapkan sekitar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter Minyakita.
Jumlah penerima bantuan pangan pada 2026 meningkat dibandingkan periode Oktober-November 2025 yang tercatat sebanyak 844.696 penerima manfaat.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.