Kami tidak ingin Padangsidimpuan dinodai perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama,moral dan budaya seperti perbuatan maksiat, narkoba, judi,LGBT (lesbian,gay biseksual dan transgender) dan free sex.
Padangsidimpuan, 23/5 (Antarasumut)- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan-Tapsel mendukung upaya pemerintah daerah setempat memberantas maksiat, narkoba, judi, LGBT dan serta free sex karena dinilai merusak moral dan menghancurkan generasi bangsa.

Hal itu mereka sampaikan saat melakukn aksi damai di kantor DPRD Padangsidimpuan, Senin.

Mereka tidak ingin Padangsidimpuan dinodai perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, moral dan budaya seperti perbuatan maksiat, narkoba, judi, LGBT dan free sex. 

Mengusung spanduk dan poster bertuliskan kecaman dan penolakan terhadap praktik penyakit masyarakat tersebut, puluhan mahasiswa mendatangi gedung dewan sekitar pukul 11.00 WIB setelah sebelumnya melakukan aksi serupa di pendopo kantor walikota yang bersebelahan dengan gedung DPRD. 

Tempat maksiat, esek-esek dan prostitusi yang kami duga ada di Jalan Baru, Simarsayang dan Karaokean harus dibersihkan dari bumi Padangsidimpuan, Mari kita turun ke jalan memberantasnya, seru mahasiswa melalui pengeras suara.

Anggota DPRD yang menemui mahasiswa terdiri dari Ketua Komisi I H.Marataman Siregar,SH (Hanura), wakil H.Mahmuddin Nasution,SH (PKB), anggota Adek Rangkuti (PDIP) dan Imam Ghazali (PKPI) serta Erwin Muda Sinaga (Gerindra) anggota DPRD Komisi III mendukung aspirasi PC IMM untuk bersama-sama melakukan penertiban lokasi maksiat, judi, narkoba dan tempat-tempat esek-esek lainnya.

"Kita juga tidak sepakat adanya perkembangan LGBT di Padangsidimpuan, kami mendukung Mahasiswa untuk menekan perkembangnnya," katanya.

Sementara itu Imam Ghazali menambahkan agar penertiban dilakukan sesuai aturan dan hukum yang ada serta tidak melakukan sweeping sepihak.

Namun yang terpenting adek-adek Mahasiswa harus juga terlebih dahulu membersihkan diri dan tidak ikut-ikutan terhadap hal-hal yang tidak sesuai ajaran agama, moral dan budaya yang diungkapkan mahasiswa, pinta Imam Ghazali.

Ketua Komisi I Marataman setuju dengan aksi mahasiswa untuk bersama-sama bergandengan tangan membertantas lokasi maksiat, judi, peredaran narkoba, fre sex, perkembangan LGBT dan tempat maksiat lainnya.

Dengan pengawalan ketat aparat Polres dan Sat Pol PP Padangsidimpuan Mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan aman.



Pewarta: Khairul Arief
: khairularief

COPYRIGHT © ANTARA 2026