Tapanuli Selatan, 14/5 (Antarasumut)- Pengungsi Aceh yang ada di Tapanuli Selatan lebih memilih bertahan dari pada harus kembali ke Aceh ataupun kembali tanah kelahirannya.

"Kami sudah hidup rukun damai disini," Kata Rafii Kepada Antara Sumut salah satu pengungsi Aceh yang dituakan disitu.

Keterangan Ayah 5 anak ini mereka yang bertahan sejak mengungsi Tahun 2000 silam hanya tinggal delapan Kepala Keluarga.

"Kedepalan dari puluhan pengungsi Aceh di Tarapung Raya Kecamatan Muara Batang Toru  Tapanuli Selatan hingga kini masih dan akan tetap bertahan."

"Walau bersakit sakit namun kami senang bisa tinggal dan menetap dan biarkanlah hidup mati kami di bumi Tapanuli Selatan ini,"ujar Rafii.

Pengungsi sedikit sudah terlepas dari cengkraman 'pahit' kehidupan, soalnya dari hasil kerja serabutan kebun milik orang lain selama ini sebagian mereka sudah memiliki lahan kebun sawit.

"Alhamdulillah hasil kerja keras bersama keluarga selama pengungsian saya berhasil punya modal hidup lahan sawit sekitar 2 Hektare," kata Rafii suku Jawa yang lahir di pulau Kalimantan 58 tahun silam.  

"Dari lahan dua hektare bisa mendapatkan Tandan Buah Sawit TBS sekitar  500 Kg dalam dua minggunya dan lumayanlah hasilnya untuk 'menyambung' hidup dan kehidupan," katanya.

Untuk mendapatkan lahan kehidupannya yang seluas 2 Hektare tersebut kenangnya, dengan cara membeli dari masyarakat setempat yang uangnya hasil dari jerih payah bersama keluarga (tukang dodos) bertahun tahun lamanya.

Kendati warga pengungsi belum dapat menikmati penerangan lampu,  namun atas perhatian Pemerintah yang telah membangun akses jalan kedaerah mereka semakin menambah kokohnya pendirian masyarakat pengungsi Aceh untuk tetap bertahan.

Dia bercerita susahnya sebelum akses jalan dibangun untuk bisa sampai ke pemukiman pengungsi ini harus lewat jalur air (sungai Batangtoru) menggunakan kenderaan sampan bermesin tempel lewat Mabang Pasir.

"Sejak jalan ini selesai dibangun Tahun 2016 masyarakat sangat merasa gembira dan berterimaksih kepada Pemerintah khusunya Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu," sebutnya.

Walau sejumlah titik belum begitu sempurna tetapi  transportasi sudah lancar kenderaan roda dua dan roda empat sudah bisa langsung menuju daerah pengungsian.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026