Dedy Kurniawan (40) salah satu pengunjung asal Medan kepada Antara Sumut, Sabtu mengeluhkan soal tarif parkiran Aek Sijorni mencapai Rp15 ribu per unit mobil.
“Tarif tidak resmi ini diketegorikan cukup besar padahal ruang parkirnya berasa tidak nyaman soalnya memamfaatkan bahu Jalan Nasional lintas Sumatera,†keluhnya.
Ayah dua anak itu mengatakan cukup terkejut dengan tarif yang dipatok ‘KPD’ (istilah pemuda setempat), dan berharap perhatian kepada pihak pihak terkait agar kedepan kesan Aek Sijorni nyaman dan aman.
Belum lagi masuk lokasi pemandian objek wisata yang beragam kutipan,â€walau di pajak kecil-kecil namun kesannya pendatang/pengunjung menyebalkan,†sebutnya.
Selain itu, untuk memasuki lokasi wisata alam tersebut kita bersama dengan keluarga harus menyeberangi sungai dengan menggunakan jasa getek itupun tidak memikirkan keselamatan.
“Padahal, ada sebuah jembatan rambin penyeberang namun oleh masyarakat jangan dulu dilintasi berhubung kondisi bangunannya belum fit alias goyang, kuatir kejadian yang tak diingini,†katanya.
Menuju lokasi dengan getek dikenai ongkos Rp2 ribu per penompang, sesampai dilokasi bayar lagi Rp2 ribu demikian seterusnya setaip kali melintasi tanah tanah masyarakat.
Salah satu masyarakat setempat yang enggan dicatut namanya menjelaskan rambin belum dapat dilintasi diakibatkan baru selesai direhab (dikerjakan) dan belum diserah terimakan oleh pemborongnya.
Camat kecamatan Sayur Matinggi, Fadhil membenarkan rambin memiliki panjang mencapai 20 meter itu baru saja selesai dikerjakan dan belum diserah terimakan.
“Memang mau ada perbaikan lagi terhadap rambin, itu masukan Kapolres Tapsel disaat melintas rambin begitu goyang dan miring,†kata Fadhil.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.