"Tarian dan atraksi itu menunjukkan betapa bangganya kita ketika bisa menyayangi hewan. Menyayangi hewan berarti turut melestarikan keberadaan mereka di bumi," kata Nandang.
Pematangsiantar, Sumut, 11/4 (Antara) - "Tarzan Siantar" dengan tarian Waka-waka Satwa meramaikan Malam Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan, Minggu.

Pengelola Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) berpakaian berbahan kain ala kulit Harimau memainkan peran beragam satwa dan berteriak mengikuti irama, sehingga memukau ribuan pengunjung.

General Manager THPS, Nandang Suaidah, Senin, mengatakan, tarian Waka-waka memiliki pesan mengajak insan untuk menyayangi hewan.

THPS juga menampilkan atraksi sejumlah satwa hunian taman hewan yang telah akrab dengan manusia, seperti burung dan ular ke atas panggung.

Menurut Nandang, sebagai ciptaan Tuhan, hewan memiliki keunikan tersendiri dan layak untuk dikenali supaya menimbulkan rasa sayang.

"Tarian dan atraksi itu menunjukkan betapa bangganya kita ketika bisa menyayangi hewan. Menyayangi hewan berarti turut melestarikan keberadaan mereka di bumi," kata Nandang.

Pemkot Pematangsiantar juga menampilkan Tortor Sigale-gale (patung kayu berpakaian dan ikat kepala khas Batak setinggi dua meter).

Tarian gabungan 10 etnis yang menggambarkan multikulturalisme di Pematangsiantar, dan atraksi Barongsai.

Penjabat Walikota, Jumsadi Damanik mengajak seluruh warga Kota Pematangsiantar untuk terus melestarikan warisan leluhur. 

Pj Walikota juga mengajak elemen masyarakat mempersiapkan generasi bangsa yang cerdas, berintegritas, dan paham budaya daerah. ***4*** 


Pewarta: Waristo
: Waristo

COPYRIGHT © ANTARA 2026