Medan, 31/3 (Antara) - USAID memberikan dukungan melalui proyek "Indonesia Clean Energy Development" tahap II di Sumatera Utara dalam upaya memenuhi kebutuhan energi, meningkatkan akses terhadap energi, dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor energi.

Mission Director USAID Andrew Sisson di Medan, Kamis, mengatakan, USAID bekerja sama dengan Pemprov Sumut dalam merancang pendekatan energi yang lebih sistematik, terintegrasi, dan dengan biaya seefektif mungkin.

Pendekatan itu untuk meningkatan akses terhadap energi bersih di wilayah yang rasio elektrifikasinya masih rendah seperti Nias karena baru separuh penduduk di Kepuluan Nias yang bisa menikmati listrik.

Proyek ICED II membantu pemerintah daerah mengembangkan dan menerapkan model perencanaan energi yang nantinya bisa diintegrasikan ke dalam rencana kelistrikan dan rencana energi daerah.

Selain kerja sama itu, ICED II juga terlibat dalam penyempurnaan perencanaan energi bersih tingkat nasional di Bappenas dan Kementerian ESDM, antara lain Program Indonesia Terang (PIT).

Dengan kegiatan itu, USAID berharap proyek ICED memberikan kontribusi dalam mewujudkan perencanaan energi yang lebih terpadu tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten, sebagai salah satu rujukan perencanaan dan upaya mempercepat pembangunan serta meningkatkan akses energi bersih.

"ICED II itu adalah kelanjutan dari proyek sebelumnya ICED I yang dilaksanakan sejak Maret 2011 hingga Februari 2015," katanya.

Hasil yang diharapkan dapat dicapai di akhir proyek ICED II itu adalah pengurangan atau terhindarkannya paling sedikit 4,5 juta ton CO2 emisi gas rumah kaca dalam Co2 metrik ton, peningkatan investasi untuk mitigasi perubahan iklim, peningkatan akses ke energi bersih untuk setidaknya lima juta orang.

Demikian juga peningkatan kapasitas dalam menanggulangi isu perubahan iklim untuk setidaknya 20 lembaga dan diimplementasikan, diadopsi atau diusulkan setidaknya 20 hukum, kebijakan dan strategi mengenai mitigasi perubahan iklim.

Kepala Bappeda Sumut Arsyad Lubis mengatakan, pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi merupakan landasan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan USAID melalui proyek ICED II, pihaknya berharap memiliki pendekatan yang lebih baik untuk meningkatkan akses energi bersih dan berkontribusi terhadap pencapaian target elektrifikasi nasional 96 persen yahun 2019.

"Kami berharap model perencanaan energi untuk Nias melalui ICED II itu bisa direplikasi di daerah-daerah terpencil baik di Sumut mau pun di daerah lain di Indonesia," katanya. 

Pewarta: juraidi
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026