Kali ini, sebanyak 40 guru dari empat kabupaten/kota yakni Batubara, Karo, Dairi dan Tanjungbalai. Guruguru yang dilatih adalah guru Sains yang mengajar mata pelajaran matematika, fisika dan kimia.
Sebelumnya, Inalum sudah melakukan pelatihan serupa beberapa waktu lalu dengan peserta 100 guru dari 6 kabupaten/kota di sekitar perusahaan dan Danau Toba. Yohanes Surya Institute digandeng dalam pelatihan yang digelar di Hotel Inna Parapat beberapa waktu lalu.
Deputy GM Umum dan CSR, Djoko Laksono hadir pada kesempatan tersebut bersama Asisten to Director, Syamsu Rizal Hrp, Manajer Pemberdayaan Masyarakat Inalum Paritohan, Erwin, Manajer Humas Paritohan Fazri Ramadhan, Asisten Manajer Pembedayaan Masyarakat, Ganda Sukmana dan staff, M Iqbal, Edi dan Suriyono operator humas.
“Sebelumnya pelatihan ini sudah dilakukan di 6 kabupaten/kota ditambah 4 kabupaten/kota jadi total 10 kabupaten kota dengan peserta 100 guru lebih. Program ini dari CSR atau saat ini dinamakan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL),†terang Djoko Laksono.
Yohanes Surya digandeng karena pihaknya percaya teori yang mereka ciptakan untuk pembelajaran matematika, fisika dan kimia bisa lebih menyenangkan.
Selama ini diketahui bahwa mata pelajaran tersebut menjadi momok bagi siswa. “Kalau tidak salah saya mereka punya konsep Gasing (gampang asyik dan menyenangkan). Jadi kami harap guru yang mendapat pelatihan serius dan bisa menerapkannya nanti kepada para siswa di sekolah masing-masing,†harap Djoko.
“Guru harus terus belajar dan dilatih agar lebih pintar dari murid. Keberhasilan bangsa ini salah satunya di tangan guru. Tugas tanggung jawab guru sangat berat, pahlawan tanpa tanda jasa,†lanjut Djoko.
Sekretaris Dinas Pendidikan Batubara, Yandi yang mewakili dinas pendidikan dari 4 kabupaten/kota mengucapkan terimakasih atas kesempatan langka ini. Pihaknya sejauh ini sudah beberapa kali mengajukan pelatihan guru oleh Yohanes Suraya Institute ini namun dana tidak tersedia.
"Maka itu guru yang dapat kesempatan ini harus bisa menerapkan hasil pelatihan kepada murid-murid,†katanya.
Hening, salah satu instruktur dari Yohanes Surya Institute menjelaskan pelatihan ini untuk mempermudah yang dirasa sulit.
“Sulit itu relatif. Intinya kita berharap guru bisa menerapkan trik-trik menyenangkan untuk pelajaran yang selama ini dianggap sulit,†katanya sembari mengatakan ada 6 instruktur yang bertugas untuk pelatihan tersebut.
Yohannes Tarigan, guru IPA SMP 1 Tiga Binaga Karo yang mendapat kesempatan pelatihan ini mengaku sangat senang. Tarigan berharap ilmu yang didapatnya bisa diterapkan kepada para murid.
“Selama ini murid IPA kurang senang dengan pelajaran ini. Dari sini saya berharap murid-murid saya nantinya bisa lebih senang,†kata Tarigan.
Nurul Hasanah, guru fisika SMA Dar Alfalah Tanjungbalai mengatakan pelatihan ini sebagai rezeki nomplok. “Kalau murid saya ada yang suka ada yang tidak pelajaran sains ini. Saya senang sekali, ini jarang dapat pelatihan seperti ini. Rezeki nomplok,†katanya.
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.