"Kami akan mengubah alur pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan, yang lebih cepat, mudah dan gratis"
Medan, 17/2 (Antara) - Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan pihaknya akan menyiapkan sistem yang dapat melahirkan program percepatan pelayanan dan pembangunan yang tujuannya semata-mata untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.


"Visi dan misi kami menjadi satu acuan dalam melaksanakan pembangunan Medan Rumah Kita. Untuk melakukannya, secara teknis kami melibatkan kajian dari para akademisi," kata Eldin usai pelantikan kepala daerah serentak periode 2016-2021 di Lapangan Merdeka Medan, Rabu.


Ia mengatakan ada satu acuan yang akan diterapkan dan sudah melalui kajian akademis, khususnya dalam pelayanan administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.


Dalam pelaksanaannya, selama ini administrasi terfokus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga dalam proses pelaksanaannya panjang dan memakan waktu cukup lama.


"Kami akan mengubah alur pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan, yang lebih cepat, mudah dan gratis," katanya.


Sementara Wakil Walikota, Akhyar Nasution mengatakan penanggulangan genangan air terutama saat terjadinya hujan akan menjadi salahsatu perhatiannya.


Menurut dia ada beberapa hal dan tindakan yang akan dilakukan, yakni posisi saluran drainase banyak ditutup oleh masyarakat, namun anehnya, tidak ada lubang `inlet` sehingga air sulit masuk ke drainase, dan akibatnya ruas jalan menjadi tergenang air.


"Ke depan itu harus dibenahi, setiap saluran drainase yang tertutup harus memiliki lubang inlet," katanya.


Selanjutnya, genangan air di jalan disebabkan sendimentasi (pendangkalan) saluran drainase, sehingga perlu dilakukan normalisasi dengan cara yang benar.


Karena, selama ini banyak proses normalisasi yang berjalan dengan tidak sesuai, seperti penyempitan saluran drainase ketika dinding drainase dilakukan perbaikan.


Akhyar menyebutkan, setelah drainase dan jalan, program percepatan yang akan dilakukan yakni menata transportasi agar Kota Medan tidak bertambah macet, terlebih saat ini volume perkapasitas kendaraan per jam sudah mengalami peningkatan hingga 200 persen.


Misalnya dalam satu jam kendaraan yang melintas 1.000 unit, tapi kondisinya sudah mencapai 2.000 unit.


"Hal itulah yang diantisipasi dengan beberapa pendekatan, di antaranya menyiapkan kendaraan massal, Land Rapid Transport (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), dan bus rapid transport (BRT). Kesemuanya tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah," katanya.***4***





(T.KR-JRD/B/S015/S015) 17-02-2016 19:28:05

Pewarta: Juraidi
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026