Langkat, Sumut, 2/2 (Antara) - Populasi ternak kambing di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mencapai 290.868 ekor dan terus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan Agustawan Karnajaya di Stabat, Selasa, mengatakan, pada tahun 2014 populasinya baru 287.204 ekor atau bertambah 3.624 ekor pada 2015.

Penambahan populasi ternak kambing itu karena pengembangan yang dilakukan para pemilik ternak terutama di sentra-sentra yang ada Kecamatan Stabat, Wampu, Secanggang. Tanjungpura, Hinai, Binjai, Kuala dan Selesai, Salapian, dan Sirapit.

"Disini peternak terus berinovasi untuk mengembangkan ternak kambingnya, sehingga populasi terus semakin bertambah dimana dalam setahun ini saja ada pertambahan mencapai 3.624 ekor," katanya.

Selain untuk kebutuhan hari besar seperi Idul Fitri, Idul Adha, dan untuk kebutuhan warga di Langkat, peternak juga banyak mengirimkan kambingnya ke berbagai daerah lainnya, untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"Kita juga merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang terus swasembada daging tidak hanya kambing, tapi juga domba mau pun sapi potong," katanya.


Adapun kecamatan yang populasi kambingnya terus semakin berkembang adalah Sirapit terdapat 12.053 ekor, Salapian 22.080 ekor, Kutambaru 11.061 ekor, Kuala 20.272 ekor, Selesai 18.707 ekor, Binjai 15.249 ekor.


Selain itu, Stabat 18.341 ekor, Wampu 21.073 ekor, Sawit Seberang 16.395 ekor, Hinai 21.003 ekor, Secanggang 24.711 ekor, Tanjungpura 19.537 ekor, Gebang 14.370 ekor, Besitang 13.684 ekor, dan Pematang Jaya 12.435 ekor.

Agustawan menyampaikan pengembangan ternak itu tidak hanya di kawasan tertentu saja, namun juga sudah dikembangkan di berbagai lokasi, termasuk di kawasan pesisier pantai.

"Potensi pengembangan di pesisir pantai sangat tinggi," katanya.

Itu terbukti populasi ternak di kawasan pesisir pantai terus semakin meningkat seperti yang terlihat di Pematang Jaya, Besitang, Secanggang, dan Gebang.

Sementara itu untuk populasi ternak lainnya seperti babi juga berkembang dengan baik yakni 30.902 ekor, kelinci ada 873 ekor, termasuk burung merpati ada 2.136 ekor, dan puyuh 18.559 ekor.


"Untuk tahun 2016 ini, kita akan terus mendorong para peternak untuk mengembangkan lagi hewan peliaraan mereka seperti sapi potong, domba, kambing, termasuk kerbau, dan kuda, katanya. ***3***


(T.KR-IFZ/C/I023/I023) 02-02-2016 23:16:08

Pewarta: imam Fauzi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026