"Risky wasiah bukan bayi tanpa anus namun gangguan syaraf usus bayi sehingga gangguan kotoran buang air besar tidak bisa keluarPanyabungan Sumut 27/1 (Antarasumut) - Pemkab Madina serahkan bantuan Risky Wasiah (11 Bulan) penderita gangguan pencernaan anak dari pasangan Muhammad Saiman Nasution(37) Nina (35) warga Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal.
"Beberapa waktu kemarin usai kita mendengar Riski Wasiah bayi yang menderita penyakit serius secara sosial dan manusiawi atas nama Pemerintah Kabupaten kita telah menyerahkan bantuan materi dengan harapan dapat dipergunakan sebaik mungkin," kata Bupati Madina Dahlan Hasan di Panyabungan Rabu.
Selaku Bupati sudah merupakan sebuah kewajiban dan tanggung jawab dalam membantu masyarakat apalagi seorang bayi yang menderita penyakit yang cukup serius katanya.
Mudah-mudahan kedua orangtua Risky agar tetap tabah dan tegar menghadapi musibah yang diderita saat ini dengan harapan agar secepatnya Risky pulih dari penyakit yang diderita sehingga bisa hidup sehat kembali katanya.
Bahkan Dinas Kesehatan begitu juga dengan Puskesmas setempat sudah diperintahkan agar benar-benar serius untuk mengangani dan memberikan bantuan kepada keluarga Saiman. Dan dipertegas kembali tidak akan mungkin Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal membiarkan warganya begitu saja kata Dahlan.
Sementara Kepala Puskesmas Siabu Dr Saleh mengatakan kita telah mendapat perintah langsung dari Bupati dan Dinas Kesehatan agar memberikan bantuan serta perhatian serius kepada Risky Wasiah.
“Dimana Risky saat lahir sesuai dengan keterangan dari Eva Sartika Bidan setempat yang juga membantu persalinan saat usia 3 Minggu Risky masih dapat buang air besar meskipun dengan tersendat sendat kata Saleh di Siabu Rabu.
Beberapa hari kemudian pasien mendatangi Puskesmas setelah dilakukan pemeriksaan kita menyarankan agar pasien segera dirujuk ke RSUD Panyabungan dengan tambahan agar menggunakan kartu BPJS katanya.
Sekitar lebih kurang mendapat perawatan di RSUD Panyabungan pihak Dokter menyarankan agar Risky segera dirujuk ke RSU Pringadi Medan untuk menjalani operasi dan sesuai dengan peraturan medis sebelum dilakukan operasi pertama pasien Risky harus menunggu waktu yang tepat sekitar lebih kurang 45 Hari ungkapnya.
Perlu kita ketahui bersama bahwa bayi atas nama Risky bukan menderita penyakit tanpa anus namun kemungkinan ada gangguan syaraf di Usus Bayi sehingga kotoran tidak bisa keluar dan sebelum dilakukan operasi pertama keadaan fisik Risky terlebih dahulu di stabilkan begitu juga dengan berat badannya.
Saat ini Risky berada di RSU Pringadi Medan untuk menjalani operasi kedua dan dalam menindak lanjuti perintah Bupati Madina Dahlan Hasan yang juga selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Rabu 20 Januari kemarin sebelum Risky dibawa ke RSUD Pringadi kita juga memberikan bantuan materi sebagai tambahan biaya hidup sehari-hari keluarga saat menunggu waktu untuk operasi kedua kata Dr Saleh.
Pewarta: Oleh Mansur Lubis: Mansur Lubis
COPYRIGHT © ANTARA 2026