Sinergitas dan komitmen yang kuat diyakini akan menempatkan Sumut masuk urutan 5 terbaik nasional dalam pengentasan buta aksara tahun 2017 mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi dalam acara Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut yang berlangsung di Alun-alun Lapangan Baharoeddin Lubuk Pakam, Deliserdang, Kamis.
Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, tahun 2015 Sumut menempati urutan 8 besar terbaik nasional dalam pengentasan buta aksara dengan persentase buta aksara hanya 2,78 persen. Angka ini jauh lebih baik dari nasional yang masih di angka 3,94 persen.
"Saya berharap Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota yang ada di Sumut untuk terus melakukan berbagai upaya agar angka buta aksara aksara di Sumut menurun dari tahu ke tahun. Jika kita bersinergis, saya yakin Sumut akan menempati urutan 5 besar pengentasan buta aksara secara nasional,†ajak Erry.
Dalam sambutan Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Erry mengatakan, Indonesia banyak mengalami kemajuan dalam mengentaskan buta aksara sejak kemerdekaan di proklamirkan tahun 1945.
"Saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, hampir 90 persen penduduk Indonesia tidak bisa menulis namanya sendiri. Para pendidi Republik Indonesia bercita-cita melawan ketidakterdidikan,†sebut Erry.
Bahkan ikhtiar melawan buta aksara juga dikumandangkan tokoh pendidikan Ki Hajardewantara, sastrawan Buya Hamka dan Taufik Ismail. Namun cita-cita mengentaskan buta aksara belum terwujud secara merata di seluruh pelosok tanah air hingga saat ini.
Penduduk Indonesia belum melek aksara. Tahun 2010, penduduk Indonesia usia 15-59 tahun yang melek aksara hanya mencapai 95,21 persen. Kemudian meningkat tahun 2014 menjadi 96,3 persen.
“Pada tahun 2015, pemerintah berupaya mengutangi jumlah penduduk buta aksara menjadi kurang dari 5 persen dari 5,9 juta orang yang belum mampu mengeja dan namanya sendiri. Hingga saat ini, sebanyak 8 provinsi di Indonesia yang memiliki penduduk buta aksara diatas 5 persen,†papar Erry.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.