"Antisipasi yang dilakukan, diantaranya menempatkan atau menyiagakan personel Dishub dan memasang rambu-rambu atau tanda khusus peringatan di ruas jalan yang dianggap membutuhkan perhatian"Simalungun, Sumut, 29/11 (Antara) - Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun, Sumatera Utara, mendata ruas jalan yang rawan kemacetan dan longsor yang akan menjadi lintasan arus mudik dan balik Natal 2015-Tahun Baru 2016.
"Upaya ini untuk memberikan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran trasnportasi umum menjelang dan pascahari besar," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jonni Saragih di Simalungun, Minggu.
Jonni mengatakan, Dishub sudah membentuk tim untuk melakukan pendataan ruas-ruas jalan kabupaten, provinsi, dan nasional yang dianggap rawan.
Berdasarkan data di lapangan tersebut, Dishub selanjutnya menentukan langkah-langkah yang diperlukan, sehingga ruas jalan yang menjadi lintasan arus mudik Natal dan Tahun Baru tidak terganggu total, jika kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Antisipasi yang dilakukan, diantaranya menempatkan atau menyiagakan personel Dishub dan memasang rambu-rambu atau tanda khusus peringatan di ruas jalan yang dianggap membutuhkan perhatian.
Jonni menyebutkan, ruas jalan yang menjadi perhatian itu seperti rute Medan-Pematangsiantar, Pematangsiantar-Tanah Jawa, Pematangsiantar-Parapat, Pematangsiantar-Perdagangan dan Pematangsiantar-Raya.
Wakil Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani meminta Dinas Bina Marga berperan aktif membantu kelancaran arus transportasi dengan menyiagakan alat-alat berat di sekitar ruas jalan yang rawan longsor.
"Mereka harus proaktif mengantisipasi terjadinya gangguan kelancaran, sehingga dapat melakukan penanganan sementara dengan cepat," kata politisi Partai Golkar itu. ***4***
Pewarta: WaristoEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.