"Secara umum, sangat banyak permasalahan di Sumut yang belum terselesaikan"
Medan, 7/11 (Antara) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah diharapkan dapat menyadari posisinya sebagai bagian daerah pemerintah sehingga dapat mengambil peran dalam menyambungkan aspirasi daerah.

Dalam peresmian sekretariat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Sumut di Medan, Sabtu, Plt. Gubernur Sumut HT Erry Nuradi mengaku heran dengan adanya anggota DPD yang justru mengkritik pemprov.

Padahal, sebagai perwakilan daerah di Senayan, anggota DPD seharusnya memperjuangkan aspirasi masyarakat asal pemilihan karena bagian dari pemerintah daerah.

Karena itu, empat anggota DPD RI asal Sumut diharapkan dapat memberikan masukan dan memperjuangkan aspirasi Sumut di tingkat nasional.

Secara umum, sangat banyak permasalahan di Sumut yang belum terselesaikan dan perlu mendapatkan dukungan dari anggota DPD RI.

"Seperti masalah lahan eks HGU sekitar 5.800 ha yang belum selesai sampai saat ini," tuturnya.

Masalah lain yang perlu mendapatkan dukungan anggota DPD RI adalah penyelesaian harga gas yang dinilai sangat memberatkan sektor usaha di Sumut.

Malah, harga gas di Sumut itu dinilai paling mahal di Indonesia karena dijual dengan harga 15 dolar AS per mmbtu. "Sementara di Jawa hanya sekitar 9 dolar AS per mmbtu," ujar Erry.

Dengan harga gas yang sangat mahal tersebut, pihaknya mendapatkan informasi jika beberapa investor ingin menutup usahanya di Sumut karena tidak dapat bersaing dengan harga gas yang tinggi.

Masalah lain yang perlu mendapatkan dukungan anggota DPD RI adalah defisit pasokan listrik sehingga provinsi itu sering mengalami pemadaman bergilir.

Pemprov Sumut merasa kegiatan promosi untuk mendatangkan investor ke daerah itu menjadi sia-sia karena investor enggan datang disebabkan kekurangan energi listrik untuk menjalankan usaha.

"Berkali-kali roadshow mengundang inestor ke Sumut, tetapi listriknya tidak ada," imbuh Erry Nuradi di depan Ketua DPD RI Irman Gusman dan empat anggota DPD RI asal Sumut yakni Rijal Sirait, Parlindungan Purba, Dedi Iskandar Batubara, dan Darmayanti Lubis. ***2***



Pewarta: Irwan Arfa
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026