Medan (ANTARA) - Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPD Amphuri) Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) local dapat merambah pasar jemaah calon haji daerah.
"Kita berharap semua pasar digiatkan, itu lebih eksis ke jemaah calon haji. Jadi istilahnya itu, door to door," ucap Sekretaris DPD Amphuri Sumut Alya Rahmayani Siregar di Asrama Haji Medan, Minggu.
Harapan itu semakin besar karena Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga secara aktif mendorong pelaku UMKM untuk dapat merambah pasar jemaah calon haji, baik di dalam negeri mau pun di Tanah Suci.
Sebelumnya, Kemenhaj RI resmi melepas ekspor ready to eat (RTE) atau makanan siap saji berupa bumbu untuk kebutuhan jemaah calon haji 2026 sebagai upaya mendorong UMKM menembus pasar global.
Program tui juga sekaligus memperluas akses produk dalam negeri ke rantai pasok pasar internasional, khususnya penyelenggaraan ibadah haji maupun umrah.
"Jadi, kita orang UMKM harus rajinlah. Paling tidak, datangi personal, datangi KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) nya, perkenalkan produknya. Karena apapun kegiatannya, semuanya itu dibutuhkan jemaah di Tanah Suci," ucapnya.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mencatat 5.922 calon haji asal Sumatera Utara akan diberangkatkan musim haji tahun ini ke Tanah Suci pada 22 April hingga 11 Mei 2026.
"Yang rasanya di sana, itu berbeda. Kita kepingin masakan Indonesia, kan punya UMKM bisa dibawa. Jadi lebih diperkenalkan ke KBIH langsung, seperti di Medan ini," kata tokoh yang sering dipanggil Umi Alya itu.
Manager Artlyn Kreasi Mandiri of North Sumatera Mega Daulay mengapresiasi atas masukan dan dukungan dari DPD Amphuri Sumut terhadap pelaku UMKM tersebut.
Menurut dia, pelaku usaha UMKM dan pengusaha lokal di Tanah Air juga perlu turut andil dan berperan penting dalam gerak laju roda ekosistem ekonomi pelaksanaan haji dan umrah.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.