"Namun hingga Rabu, pihak bank belum bisa mencairkan dana dengan alasan jaringan bank yang rusak"Binjai, Sumut, 9/9 (Antara) - Proses pencairan Bantuan Siswa Miskin di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara mengalami kendala akibat adanya masalah terhadap jaringan Bank Rakyat Indonesia, Rabu.
Meski mengalamai gangguan, tetapi ratusan wali murid yang hendak mencairkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp450 ribu itu terus menunggu hingga jaringan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bisa berfungsi.
Ratusan wali murid berasal dari Kelurahan Paya Roba dan Limau Sundai, Kota Binjai karena seharusnya sudah diterima sejak Senin (7/9).
Salah seorang wali murid Juriatna Nasution mengatakan, pihaknya telah mendapatkan surat undangan dari pihak sekolah terkait pencairan dana BSM itu.
Namun hingga Rabu, pihak bank belum bisa mencairkan dana dengan alasan jaringan bank yang rusak.
Para wali murid itu terus menunggu karena mengetahui sebagian wali murid sudah mencairkan dana tersebut.
"Kami menduga adanya permainan dari pihak bank dan sekolah sehingga dana BSM yang seharusnya menjadi hak anak kami menjadi terhambat," katanya.
Khairuddin, wali murid lainnya mengatakan, untuk Kelurahan Limau Sundai ada sekitar 150 siswa yang mendapatkan dana BSM, sedangkan untuk Kelurahan Paya Roba ada sekitar 80 siswa yang terdaftar sebagai penerima.
"Kami sangat berharap agar pihak bank bisa segera mencairkan dana BSM tersebut supaya para siswa bisa membeli kebutuhan sekolah mereka," katanya.
Sedangkan pihak bank sendiri tidak bersedia untuk dikonfirmasi dan dimintai keterangan terkait alasan belum cairnya dana BSM untuk ratusan siswa tersebut. ***4***
Pewarta: Imam FauziEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.