"Aduh harga daging sudah Rp125.000 per kg. Padahal Jumat lalu masih Rp100.000 per kg," kata Juli, warga Medan Johor yang sedang berbelanja di Pasar Simpang Limun, Medan, Selasa.
Meski dinilai mahal, kata dia, terpaksa dibeli juga karena untuk kebutuhan Lebaran.
"Takutnya malah nanti semakin mahal ," katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, Parmohonan Lubis, mengatakan, kenaikan harga dipastikan karena dampak psikologis naiknya permintaan.
"Kenaikan sudah diprediksi, tetapi sepanjang masih dinilai dalam batas wajar, bisa dimaklumi," katanya.
Dinyatakan dampak psikologis, katanya, karena stok daging cukup aman untuk kebutuhan Idul Fitri.
Stok daging sapi ada 17.191 ton yang terdiri dari sapi potong sebanyak 13.103 ton, sapi perah 17 ton dan kerbau 4.071 ton.
"Yang paling penting lagi, hingga dewasa ini, daging di Medan bebas dari yang disebut daging gelondongan dan formalin," katanya.
Untuk menghindari hal-hal yang merugikan, Parmohonan mengimbau agar masyarakat berbelanja ke pasar tradisional yang resmi.***3***
(T.E016/C/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.