Simalungun, 3/7 (Antara) - Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho berbuka puasa dengan enam ribuan warga masyarakat  Simalungun beserta jajaran TNI, dan PNS Pemkab Simalungun, Jumat (3/7).  Kunjungan  Gubernur dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Simalungun.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan  suasana kemasyarakatan, gotong royong silahturahim menjadi modal besar membangun bangsa. Dia menyebutkan kunjungan tim Safari Ramadhan tersebut adalah ke dua kali dimana sebelumnya Raya sebagai pusat pemerintahan belum se maju seperti saat ini.

“Saat ini Raya telah menjadi kawasan baru, pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Simalungun. Saya atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan Terimakasih atas gerak pembangunan di Simalungun ini,” kata Gubernur.

Dia  berharap kebersamaan yang sudah erat terjalin dapat tingkatkan terus dalam rangka mengisi pembangunan yang akan datang.  Gubsu  kemudian mengatakan bahwa puasa mengajak kita agar meningkatkan prduktivitas.

Puasa tidak hanya diwajibkan bagi umat Islam saat ini, namun juga kepada umat-umat sebelumnya. Bahkan binatang juga berpuasa, seperti ulat yang berubah menjadi kepompong dan kupu kupu melalui proses puasa.

"Ulat yang menjijikkan menjadi kepompong dan menjadi kupu –kupu  yang indah melalui proses puasa,” kata Gubsu.

Puasa lanjutnya, harus menghantarkan kita kepada filosofi yang diajarkan ortu kita dulu yaitu “Habonaron Do Bona” yang artinya Kebenaran adalah Pokok, agar kita menjadi orang yang selalu berorientasi pada kebenaran.

Sejarah dan peradaban kita juga membuktikan bahwa jika didominasi oleh manusia yang habonaron do bona, dengan nafsu muthmainah, jiwa yang tenang, maka akan menjad peradaban maju dan  tinggi.

Syekh Muda H Ahmad Syakban Arrahmani Rajaguguk dalam tausiah dan doanya mengajak masyarakat untuk mendokan korban kecelakaan Hercules.

Dikatakannya tragedy kecelakaan pesawat Hercules adalah trgaedi kita semua. Kita pun tidak tau tragedi apa yang nantinya akan memaksa kita untuk mati.

“Maka baik-baiklah, berbuat baik kepada manusia, Allah memberi kita nikmat hidup , nafas kehidupan sampai saat ini karena Allah menunggu kita menyempurnakan isi kemanusiaan, sebagaimana Tuhan menciptakan kita untuk mengabdi,” katanya.

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026