Menjawab wartawan di Medan, Rabu, gubernur mengatakan dari pemantauan yang dilakukan selama ini, persediaannya cukup aman meski tingkatannya berbeda sesuai komoditas.
Ia mencontohkan ketersediaan telur cukup untuk kebutuhan dua bulan ke depan, ketersediaan beras hingga sembilan bulan, dan stok daging sekitar dua bulan.
"Secara menyeluruh, ketersediaan bahan pokok cukup aman, antara satu sampai lima bulan, tergantung jenis bahan pokoknya," katanya.
Meski persediaan sembako di Sumut aman, tetapi gubernur tetap mengingatkan dan mengimbau kabupaten/kota untuk selalu memantau perkembangan karena hari besar keagamaan itu selalu identik dengan inflasi.
Untuk mengurangi gejolak inflasi tersebut, kabupaten/kota yang masyarakatnya menjalankan puasa Ramadhan dan Lebaran diharapkan untuk membuat pasar murah.
"Hari besar seperti Ramadhan, Lebaran bahkan Natal identik dengan inflasi permintaan pasar yang begitu besar, tetapi ketersediaan barang berkurang," katanya.
Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta untuk bertindak jika menemukan praktik kartel dan kegiatan yang dapat mengurangi kelancaran distribusi bahan sembako.
"Pemasok dan distributor harus ditindak kalau menghambat distribusi," kata gubernur.
Dengan kelancaran distribusi tersebut, ketersediaan sembako di Sumut diharapkan terus sehingga tidak menimbulkan potensi gejolak menjelang Lebaran. ***3***
(T.I023/B/R. Malaha/R. Malaha) 17-06-2015 09:47:44
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.