Tebingtinggi, 7/1 (Antarasumut) - Untuk mengantasiasi agar air parit tidak sampai meluap hingga ke rumah masyarakat, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tebingtinggi melakukan normalisasi parit di Jalan Persatuan Kelurahan Gambir Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kamis (7/1).
"Sekarang ini memasuki musim penghujan, agar drainase lancar Dinas Kebersihan dan Pertamanan melakukan normalisasi dengan mengangkat sedimentasi di beberapa parit”, ujar Kadis Kebersihan dan Pertamanan Hj Rusmiaty Harahap saat memantau anggotanya bekerja di lapangan.
Menurut dia mereka turun ke lokasi tersebut sesuai permintaan dan laporan anggota DPRD Kaharudin Nasution.
“Kita turun ke lokasi ini atas permintaan bapak Anggota DPRD Kaharuddin, sebelumnya juga dipenghujung tahun atas permintaan beliau kita sudah melakukan normalisasi di hulu parit, program ini merupakan program prioritas karena sudah memasuki musim penghujan,” ujarnya.
Ditambahkan Rusmiaty, setelah mencek langsung ke lapangan kondisi parit besar di kelurahan Pasar Gambir sudah layak untuk dinormalisasi karena sedimennya sudah sangat tebal.
“Sesuai informasi yang kita peroleh dari warga, kedalaman parit sekitar 1,5 mter, karena sedimennya penuh kedalamannya hanya 0,5 meter dari permukaan. Artinya sedimen di dalam ketebalannya mencapai 1 meter,” jelas Rusmity.
Sementara Kaharuddin Nasution saat dimintai tanggapannya mengatakan, mengapresiasi kinerja dinas terkait karena dengan cepat merespon keluhan warga. Awalnya kita hanya mencek kondisi parit, akan tetapi setelah dicek, kadis langsung menurunkan sejumlah anggotannya ke lapangan untuk mengangkat sedimen dimaksud, katanya.
Menurut Kaharudin Nasution yang juga Ketua Tagana Tebingtinggi ini, saat reses di bulan Desember tahun lalu, warga mengeluh dengan kondisi parit karena setiap kali datang hujan pasti rumah-rumah penduduk akan tergenang air yang meluap dari parit.
“Setelah kita sampaikan, dinas terkait dan warga melakukan pengorekan di hulu dan ini merupakan lanjutannya, menurut warga akibat tidak mampu-nya parit ini menampung air hujan, maka setiap hujan turun kampung ini kebanjiran dari luapan parit,” ujar Kaharuddin.(del )
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.