"Pihaknya melakukan pengawasan harga dan makanan yang tidak sesuai standar kesehatan di pasar-pasar tradisional," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Lurinim Purba, Senin.
Untuk kenyamanan mengonsumsi makanan di bulan puasa, Disperindag mengimbau kepada pedagang untuk turut berperan menyeleksi makanan yang dijual kepada konsumen.
"Intinya pedagang, jangan hanya mementingkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan kesehatan pembeli. Jika memang tidak layak jual, singkirkan," kata Lurinim.
Lurinim juga mengimbau kepada pembeli untuk lebih selektif dalam memilih bahan makanan, dengan tidak terpedaya pada harga yang lebih murah.
Untuk kestabilan harga dan meringankan beban, Diperindag melakukan operasi pasar di sejumlah kecamatan, khususnya mayoritas Muslim.
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan distributor sembako dan Bulog untuk melanjutkan oprasi pasar, jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar," kata Lurinim.
Anggota DPRD Simalungun, Dadang Pramono mengatakan, menjelang Ramadhan, makanan kedaluarsa dan impor tanpa ijin masuk, banyak beredar di pasar tradisional, sehingga membahayakan bagi kesehatan konsumen.
Menurut politisi Partai Demokrat ini, menjelang hari besar keagamaan, para spekulan biasanya juga melakukan penimbunan sembilan bahan pokok yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak wajar.
"Kami dukung upaya pemkab untuk melakukan langkah-langkah antisipasi mengatasi kesulitan masyarakat jika terjadi kelangkaan dan kenaikan harga," kata Dadang. ***3***
(T.KR-WRS/B/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.