"Penghargaan yang ketiga setelah 2011 dan 2012 adalah kerja bersama TPID Sumut. Saya berterima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, Bank Indonesia dan Bulog yang telah berkoordinasi baik dalam mengendalikan inflasi di Sumut," kata Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Medan, Rabu.
Penghargaan itu langsung diberikan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional TPID yang dipimpin langsung oleh Presiden dan diikuti oleh gubernur dan walikota/bupati yang mewakili 432 TPID yang terdiri dari 34 provinsi dan 389 kabupaten/kota.
Menurut Gubernur, penghargaan yang kembali diterima diharapkan semakin menjadi pemicu dan pemacu upaya penguatan pengendalian inflasi di setiap kabupaten/kota di Sumut sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada 2014, TPID Sumut berhasil meredam laju inflasi menjadi sebesar 8,17 persen dari 2013 yang sempat mencapai 10,18 persen.
Angka inflasi di 2014 itu juga di bawah angka nasional sebesar 8,36 persen.
"Pemprov Sumut semakin bangga, karena pada tahun ini, selain Sumut, TPID Kota Medan dan Tebingtinggi juga mendapat penghargaan kategori kota terbaik dan TPID Berprestasi untuk kedua kalinya," katanya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Difi A Djohansyah, mengatakan, penekanan inflasi di Sumut bisa dilakukan antara lain dengan dibangunnya Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dilengkapi fitur 'early warning system" kepada pemangku kepentingan ketika terjadi peningkatan harga.
Dengan demikian, semua pemangku kepentingan cepat mengetahui untuk bersama-sama dengan cepat pula menetapkan dan mengambil langkah penanganan kenaikan inflasi itu.
Untuk menekan inflasi, Pemprov Sumut antara lain juga mengupayakan peningkatan produksi pertanian khususnya beras dan cabai merah melalui penyediaan bantuan subsidi benih dan pupuk, mengoptimalkan program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi.
Serta pengembangan produksi cabai merah di Simalungun, Batubara, dan Tapanuli Selatan.
Pengembangan produksi cabai dimaksudkan agar produksi tidak hanya mengandalkan atau terkonsentrasi di Kabupaten Karo.
Adapun menekan tingkat konsumsi beras, Pemprov Sumut menggalakkan program manggadong (makan ubi) dan "one day no rice".
Selain itu ada berbagai program lainnya yang dilakukan TPID Sumut untuk mengatasi lonjakan harga di hari besar keagamaan seperti operasi pasar, pasar murah, sidak pasar, talkshow TV dan radio.***4***
(T.E016/B/I. Arfa/I. Arfa) 27-05-2015
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.