"Serapan yang besar itu mengacu pada sudah semakin banyaknya tender proyek pada triwulan kedua," katanya di Medan, Senin.
Hasban yang didampingi Staf Ahli Bidang Hukum Ferlin Nainggolan dan Kepala Biro Aset dan Perlengkapan, Safuddin mengakui, pada triwulan I, serapan anggaran masih di bawah target.
Namun, katanya, pada triwulan ke II ini serapan anggaran cenderung naik karena sudah semakin banyaknya proyek yang mau dikerjakan.
"Target serapan anggaran pada triwulan ke dua memang sebesar 60 persen dan Pemprov Sumut optimistis bisa merealisasikan paling tidak mencapai 50 persen, katanya.
Dia menyebutkan, sejak Maret-Mei, Pemprov Sumut melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) sudah menenderkan 352 proyek senilai Rp792 miliar.
Proyek itu berasal dari semua SKPD Provinsi Sumut.
Pemprov Sumut sendiri juga menargetkan bisa mengajukan Rancangan Perubahan APBD (RPAPBD) 2015 pada minggu ke tiga, Juni 2015 ke DPRD Sumut.
Sekda menegaskan, Pemprov Sumut merencanakan RPAPBD 2015 di arahkan pada pemenuhan kebutuhan yang belum ter"cover" dalam APBD Murni 2015.
"Tetapi tentunya akan menyesuaikan dengan pendapatan Pemprov Sumut," katanya.
Dia menegaskan, PAPBD 2015 tetap berpatokan pada sasaran prioritas dalam APBD murni.
Sesuai arahan Gubernur Sumut, penyusunan RPAPBD 2015 akan melihat pada kebutuhan-kebutuhan mendesak masyarakat.
"Jadi diharapkan SKPD menyiapkan draf kegiatan untuk ditampung di RPAPBD sebaik mungkin dan mengacu pada RPJMD 2013-2018," ujar Hasban.
Kepala Regional 5 Otoritas Jasa Keuangan, Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, pengerjaan proyek termasuk pemerintah akan menggerakkan perekonomian.
"Makanya OJK juga berharap banyak pengerjaan proyek dilaksanakan," katanya. ***4***
(T.E016/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 25-05-2015
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.