"Program IB ini merupakan teknologi buatan yang memanfaatkan sperma beku dan cair untuk pembuntingan sapi betina," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Langkat Agustawan, di Stabat, Kamis.
Agustawan menjelaskan inseminasi buatan ini diperoleh dari bibit ternak unggul produksi Balai Besai Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Lembang Jawa Barat.
Adapun jenis sperma bibit unggul ini antara lain simental, limosin, brahman, ongete dan brangus.
"Peternak harus melaporkannya kepada petugas bila hendak dilaksanakan IB," katanya.
Program IB ini merupakan proses panjang yang mendapat perhatian dari Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, dimana Langkat harus mampu mempertahankan swasembada daging dan menjadikan daerah ini sentra ternak di Sumatera Utara.
Agustawan mengatakan IB untuk tahun 2010 mencapai 14.381 ekor, tahun 2011 mencapai 10.035 ekor, tahun 2012 mencapai 19.640 ekor, tahun 2013 mencapai 18.908 ekor dan tahun 2014 mencapai 17.103 ekor.
Menurutnya petugas Distanak yang melaksanakan kegiatan IB di lapangan ini terdiri dari dua tenaga supervisor, enam orang asisten tehnik reproduksi, dan 86 inseminator.
Pada bagian lain, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Abdul Rahman menjelaskan pengawasan dan pemriksaan hewan terus secara rutin dilakukan oleh instansinya, termasuk di rumah potong hewan.
"Pemeriksaan ini bertujuan agar daging yang dijual pedagang memenuhi syarat aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH)," katanya. ***4***Budi Suyanto
(T.KR-IFZ/C/B. Suyanto/B. Suyanto)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.