Medan, 3/4 (Antarasumut) - Seluruh sekolah di Kota Medan diminta dapat membekali anak didik berupa keterampilan berbahasa Internasional, keterampilan yang bersifat hard skill dan soft skill, guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Selain itu pihak sekolah berkewajiban untuk memberikan benteng karakter , sebab para peserta didik akan menghadapi pergaulan internasional melalui mulai diberlakukannya MEA, akan banyak budaya asing yang masuk, sehingga mereka dapat menyaring apabila terdapat budaya negatif," kata Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Jumat.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan juga menyusun kurikulum pembelajaran, program atau kegiatan yang juga berorientasi pada kesiapan dumber daya manusia dalam menghadapapi MEA.

Untuk itu para pemangku kepentingan diharapkan juga dapat berpartisipasi dengan Pemkot Medan dalam memberikan sumbangsih dan saran yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan masukan rencana kerja bagi, termasuk menyelenggarakan pendidikan dengan prinsip link mach dengan pasar kerja.

Menurut dia, pemberian beasiswa untuk siswa dengan kondisi ekonomi orang tuanya yang kurang mampu juga dilakukan Pemerintah Kota sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan, disamping melakukan kompetisi antar siswa.

Untuk tenaga pendidik, diberikan peningkatan kesejahteraan guru non PNS non Sertifikasi, hal ini tentunya memberikan motivasi dan semangat bagi para pendidik.

Ia juga mengakui, diperlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat guna memperoleh hasil yang optimal, sebab untuk meningkatkan pendidikan di Kota Medan bukan hanya menjadi tanggung jawab seseorang, namun semua unsur memiliki peranan dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan program pendidikan yang diselenggarakan.

"Intinya kita terus memprioritaskan penyelenggaraan pendidikan yang berbasis mutu dan pasar kerja sesuai dengan kecenderungan global saat ini. Disamping kita harus memastikan tidak ada anak sekolah usia sekolah yang tidak bersekolah," katanya.

Menangggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Medan, Hendrik Sitompul, mengatakan dalam mempersiapkan lulusan SMA/SMK menghadapi MEA, harus diimbangi dengan kurikulum yang tepat, disamping itu Pemkot Medan harus menyikapi hal apa saja yang dibutuhkan dunia pendidikan.

"Dalam menghadapi MEA, dunia pendidikan harus menciptakan "Network" ,artinya setelah menimba ilmu di bangku sekolah, para generasi muda harus mampu dan masuk ke dunia kerja. Kami DPRD Kota Medan yakin Pemkot Medan telah berupaya memfasilitasi pendidikan di kota ini," katanya.

Disamping itu, menurut Hendrik, Pemkot Medan harus melakukan standarisasi di setiap sekolah yang ada, Sehingga seluruh sekolah mendapatkan tenaga pendidik dan ilmu yang sama dan sejalan dengan itu juga harus diciptakan regulasi sebagai benteng.

"Pemerintah Kota Medan harus memiliki regulasi untuk membentengi SDM. Artinya selain menciptakan lapangan kerja , harus juga disiapkan SDM yang siap kerja agar dapat menghadapi MEA," katanya.(jrd)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026