“Sejauh ini, sejak operasi Bina Kesuma digelar, kita telah mengamankan sejumlah 12 pelajar yang kedapatan bolos sekolah dan terjaring dalam operasi dimaksud,” terang Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing di Tarutung.
Setelah terjaring, ke-12 pelajar itu diangkut ke Mapolres Taput untuk selanjutnya dibina dan diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi tekad si pelajar untuk tidak mengulangi hal yang sama.
“Itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi mereka. Sehingga, ke depan, para pelajar itu tidak lagi bolos dari kegiatan belajar mengajar di sekolahnya,” sebutnya.
Menurut Baringbing, seusai mendapatkan pembinaan dari petugas lapangan, seluruh pelajar tersebut dikembalikan kepada guru yang didampingi orangtua masing-masing di Sekolahannya. Sehingga, setiap orangtua dan guru pelajar itu mengetahui soal tindak tanduk dan prilaku anaknya. Hal tersebut diharapkan mampu memicu tingkat pengawasan yang akan diterima setiap pelajar.
“Operasi Bina Kesuma yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Taput ini, dimulai tanggal 20 Februari 2015 dan akan diakhiri pada tanggal 2 Maret 2015. Operasi ini menitikberatkan tiga hal, yakni, penertiban anak-anak sekolah yang bolos, penindakan praktek judi, serta penindakan premanisme,” tukasnya.
Pewarta: Rinto Aritonang:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.