"Kami usulkan benih padi sebanyak 12.387,5 kilogram, sebagai pengganti tanaman yang puso terkena banjir," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Basrah Daulay melalui Kepala Bidang Produksi Yusfik Helmi di Stabat, Kamis.
Bantuan benih padi pengganti itu diharapkan datang dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berupa Cadangan Benih Nasional (CBN), katanya.
Kebutuhan benih padi itu, berdasarkan tanaman padi yang terkena banjir seluas 1.154,5 hektare yang meliputi Kecamatan Tanjungpura, Secanggang, Gebang, Babalan, Brandan Barat, Pangkalan Susu.
Dimana dari luas 1.154,5 hektare itu telah puso 495,5 hektare, sehingga petani harus segera mengganti dengan pertanaman baru, untuk mendukung ketahanan pangan di Langkat maupun di Sumatera Utara.
Adapun tanaman padi yang puso tersebut berada di Kecamatan Secanggang seluas 65 hektare, Kecamatan Tanjungpura seluas 364 hektare, Kecamatan Gebang seluas 23 hektare, Kecamatan Babalan seluas 15,5 hektare, Kecamatan Pangkalan Susu seluas 20 hektare dan Kecamatan Brandan Barat seluas delapan hektare, sambungnya.
Sementara untuk varietas yang dibutuhkan petani agar bisa bertanam kembali dari CBN itu berupa Ciherang, Mikongga, Inpari, Indragiri, katanya.
Yusfik juga mengungkapkan bahwa direncanakan Senin (2/2) direncanakan benih padi yang dibutuhkan dari CBN itu, akan diserahkan secara langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho kepada berbagai kelompok tani yang persawahannya mengalami puso.
Ia juga berharap dengan penyerahan Cadangan Benih Nasional (CBN) tersebut secepatnya petani untuk melakukan persemian padi, sehingga bisa segera bertanam dilahan yang mengalami puso itu, katanya. ***3***
(T.KR-IFZ/B/Farochah/Farochah) 29-01
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.