Pematangsiantar, Sumut, 6/1 (Antara) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, memprogramkan pendampingan melekat tenaga penyuluh pertanian kepada petani mulai proses pengolahan sampai pemeliharaan padi sawah.

"Tujuan akhirnya untuk meningkatkan produksi padi sawah dan pencapaian swasembada padi di daerah ini," ujar Kepala Distanak, Robert Pangaribuan di areal persawahan Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Timur, Selasa.

Robert menyebutkan, hasil panen petani di lahan seluas 2.000-an hektare belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk kota sebanyak 237.000 jiwa lebih.

"Mencapai angka kisaran 30-35 persen, dan kekurangannya dipasok dari daerah tetangga, khususnya Kabupaten Simalungun," sebut Robert.

Robert menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara telah melakukan upaya dengan pemberian benih unggul dan alat pertanian moderen.

Petani kata Robert, masih berpola pikiran menerima bantuan, tanpa keinginan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan dalam mengoperasikan alat-alat pertanian.

"Ada 60 unit hand tracktor (traktor tangan), tetapi yang bisa mengoperasikan kurang dari jumlah alatnya, dan lebih memilih memakai jasa orang lain," kata Robert.

Pemakaian jasa orang lain berdampak pada minimnya pendapatan panen padi petani, sehingga mengurangi kinerja bertani dan pindah ke tanaman atau profesi lain.

"Jika kondisi ini berlanjut, kita khawatirkan produksi padi semakin menurun. Jadi perlu pendampingan melekat tenaga penyuluh untuk mengembalikan semangat bertani dan hasil panen," kata Robert.

Staf BPTP Sumut, Dorkas Parhusip mengatakan, hasil panen padi sawah bisa mencapai hasil maksimal, jika petani mematuhi pola tanam dan pemanfaatan alat pertanian yang semakin maju dan berkembang.

"Kalau untuk delapan ton per hektare bisa tercapai," sebut Dorkas. ***4***
(T.KR-WRS/C/Suparmono/Suparmono)

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026