"Semua senjata pemicu bentrok tersebut sudah diamankan," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Binjai AKBP Marcelino Sampaw, di Binjai, Senin.
Ia juga mengatakan bahwa polisi masih melakukan penyelidikan penyebab aksi bentrokan yang terjadi antara warga dan karyawan.
Sebab izin okuvasi yang direncanakan pihak PTPN-2 di lahan sengketa masih belum jelas dan masih diselidiki petugas.
Edi Waluyo salah seorang warga penggarap mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak menginginkan terjadinya bentrokan dan saling lempar batu, namun karena pihak karyawan yang lebih dahulu melempar batu, maka warga petani akhirnya membalas.
Para petani hanya berharap agar pihak penegak hukum bisa menyelesaikan aksi bentrokan ini secara adil, dan pemerintah segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan eks HGU PTP-2, agar tidak terjadi lagi bentrokan, katanya.
Sebelumnya di lapangan terjadi bentrokan antara karyawan dengan petani penggarap menyebabkan satu rumah rusak, satu karyawan PTPN-2 mengalami luka terkena senjata tajam dan tiga orang dari pihak petani mengalami luka akibat terkena lemparan batu.
Bentrokan dipicu kedatangan ratusan karyawan PTPN-2 menggunakan delapan truk. Lantas disusul adu mulut dengan petani, berujung bentrok di lapangan di lahan yang disengketakan. ***2***
(T.KR-IFZ/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.