Rahmat didaulat sebagai Wakil Ketua dalam tim formatur yang dibentuk oleh Jusuf Kalla pasca terpilih sebagai Ketua Umum PMI periode 2014-2019. Jusuf Kalla menang voting atas Siti Hediyati atau Titiek Soeharto dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke 20 di Jakarta pekan lalu. Jusuf Kalla memperoleh 247 suara, sementara Titiek 170 suara.
Rahmat menyatakan kedua kandidat yang maju dalam pemilihan Ketua Umum PMI merupakan putra putri terbaik bangsa yang berpikir untuk mengabdi pada negara dan kemajuan PMI di masa mendatang. Rahmat menuturkan keduanya punya potensi untuk memimpin PMI, namun peserta Munas cenderung memilih Jusuf Kalla karena track record pengalamannya memimpin PMI sudah teruji dan terbukti.
“Kita dukung Jusuf Kalla memimpin PMI lima tahun ke depan. Beliau punya pengalaman, waktu dan jaringan untuk melaksanakan tugas-tugas mulia PMI,” kata Rahmat kepada wartawan usai pulang dari Munas PMI di Jakarta.
Rahmat mengatakan salah satu harapan PMI daerah kepada Ketua Umum PMI terpilih Jusuf Kalla dalam Munas yang berlangsung 14-19 Desember 2014 di Jakarta adalah supaya PMI pusat memperhatikan PMI daerah, terutama dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi di daerah.
“PMI di daerah butuh perlengkapan menghadapi bencana. Ini urgent untuk mengantispasi bencana yang datang tiba-tiba di daerah,” kata Rahmat, yang juga koordinator PMI se-Sumatera.
Rahmat menyadari bahwa tugas pengurus PMI pusat tidak ringan, karenanya dibutuhkan pengurus-pengurus yang peduli dan punya kemauan untuk membangun PMI ke depan lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Rahmat menegaskan pengurus yang selama ini tidak peduli bahkan tidak pernah berbuat apa-apa untuk daerah tidak perlu lagi diangkat jadi pengurus karena akan jadi beban organisasi.
“Dalam catatan saya, ada beberapa pengurus lama yang wajib diganti karena selama ini tidak pernah berbuat apa-apa bahkan tidak dikenal daerah,” kata Rahmat tanpa menyebut nama pengurus lama yang wajib diganti tersebut.
Ditanya apakah tim formatur sudah menetapkan pengurus PMI, Rahmat menyatakan sejauh ini belum karena semuanya masih dalam proses penyeleksian untuk mencari orang-orang terbaik yang mau berkorban demi kemajuan PMI.
PMI Sumut Dipuji
Kiprah PMI Sumut dibawah kepemimpinan Rahmat Shah dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini telah jadi perhatian PMI Pusat. Hal itu terbukti dalam forum Munas PMI lalu, PMI Pusat memuji kinerja PMI Sumut karena mampu membangun gedung sendiri tanpa bantuan dari pemerintah daerah.
Selain itu, PMI Sumut juga mampu menyediakan stock darah hingga 500 kantong per hari. Hal ini terwujud setelah PMI Sumut melakukan kerjasama donor darah dengan TNI/Polri, MUI, IPHI, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Aceh Sepakat, Universitas terkemuka di Sumut seperti USU, Unimed, IAIN, UISU, Pemuda Pancasila dan berbagai pihak lainnya.
Rahmat menyebut gedung PMI Sumut yang sedang dibangun sekarang ini berbiaya Rp 10 miliar lebih. Rahmat mengakui bantuan itu murni dari kalangan swasta.
Pemerintah propinsi melalui Gubernur Gatot Pujo Nugroho pernah berjanji akan memberikan bantuan Rp 1 miliar untuk pembangunan gedung PMI Sumut beberapa waktu lalu di acara yang dihadiri Ketua Umum Jusuf Kalla, namun bantuan tersebut hingga kini tidak pernah terealisasi.
“Jadi, tidak ada uang pemerintah yang kita pakai untuk membangun gedung PMI Sumut. Bahkan sebaliknya, PMI Sumut mengeluarkan biaya administrasi sebesar Rp 200 juta lebih kepada Pemko Medan,” kata Rahmat sembari memperkirakan gedung PMI Sumut yang baru tersebut akan diresmikan pada awal tahun depan oleh Ketua Umum Jusuf Kalla.
Rahmat menyatakan apa yang dilakukan oleh PMI Sumut berbeda dengan PMI di daerah lain karena gedung mereka dibangun oleh pemerintah daerah. Sementara, gedung PMI Sumut dibangun atas bantuan dari berbagai pihak swasta.
Rahmat berharap setelah diresmikannya nanti gedung baru PMI Sumut, kinerja pengurus hendaknya semakin terpacu terutama dalam menangani berbagai kegiatan kemanusiaan seperti korban bencana erupsi gunung Sinabung.
“PMI tidak hanya mengurusi donor darah, tapi lebih dari itu juga menangani soal kemanusiaan, bencana alam, konflik dan sebagainya,” kata Rahmat.
Pewarta: Rahmat didaulat sebagai Wakil Ketua dalam tim formatur yang dibentuk Jusuf Kalla pasca terpilih seb:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.