"Di Tanjungbalai ada namanya Program Raskin Madani dimana dana uang Raskin penerima manfaatnya ditanggung pemkot tersebut dengan dana APBD," kata Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho di Medan, Rabu.
Dia mengatakan itu pada acara Raskin Award 2013, dimana sembilan pemerintah kota (pemkot) dan pemerintah kabupaten (pemkab) antara lain Tanjungbalai menerima penghargaan dari Gubernur Sumut.
Program Raskin Madani itu dilakukan Pemkot Tanjungbalai mengapresiasi keluhan atau tuntutan masyarakat yang mengaku miskin tetapi nyatanya tidak masuk dalam daftar penerima manfaat Raskin yang ditetapkan Pemerintah.
"Langkah Pemkot Tanjungbalai itu tentunya sangat baik, sepanjang memang penerima manfaat benar-benar pas. Kebijakan Pemkot Tanjungbalai itu harus ditiru pemkot dan pemkab lain di Sumut,"katanya.
Gatot menegaskan semua program apalagi dengan menggunakan dana APBD memang harus memenuhi aturan main agar tidak terjerat dengan hukum.
"Jangan karena niat baik, tetapi akhirnya walikota/bupatinya terjerat kasus hukum.Semua kebijakan harus mengacu pada ketentuan yang berlaku,"katanya.
Menurut Gubernur, kalau dewasa ini masih sembilan kota/kabupaten yakni Tanjungbalai, Medan, Serdangabedagai, Dairi, PakpakBharat, Labuhanbatu, Tapanuliutara, Sibolga dan Gunungsitoli yang mendapat Raskin Award 2013, maka tahun depan jumlahnya bisa bertambah.
"Mari berlomba meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjalankan semua program terkait dengan rakyat mulai Raskin dan lainnya,"katanya.
Namun melihat angka kemiskinan yang tren menurun dewasa ini, maka seharusnya penerima Raskin dan program lainnya juga harusnya berkurang dan dananya dialihkan ke program lain yang juga akan mendukung kesejahteraan rakyat.
Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sumut, Hj Sabrina menyebutkan, jumlah penduudk miskin Sumut di Maret 2014 tinggal 9,38 persen atau 1.286.700 jiwa.
Jumlah pendudk miskin itu turun dari posisi Maret 2013 yang masih 10,06 persen atau 1.362.400 jiwa.
"Tetapi soal program Raskin dan lainnya memang ditetapkan Pemerintah Pusat yang tentunya juga berdasarkan data lapangan yang diolah,"katanya.
Kepala Perum Bulog Sumut, Fasika Khaerul Zaman mengatakan, realisasi penyaluran Raskin Sumut hingga Agustus 2014 sudah mencapai 92,87 persen atau 1O3.950.825 kilogram dari target alokasi sampai periode tersebut yang sebanyak 111.933.000 kg.
Soal Raskin yang dibiayai pemerintah daerah diakui memang masih hanya dilakukan Pemkot Tanjungbalai.
Menurut dia, penerima manfaat Raskin Madani itu diberlakukan sama oleh Pemkot Tanjungbalai yakni setiap kepala keluarga mendapat jatah beras sebanyak 15 kilogram dengan harga tebus Rp1.600 per kg.
Sebelumnya Wali Kota Tanjungbalai, Thamrin Munthe, mengatakan bahwa pendistribusian raskin masih satu paket dengan program jaminan kesehatan masyarakat umum (PJKMU).
Pemkot Tanjungbalai terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan berbagai program.
***3***
(T.E016/B/Z. Meirina/Z. Meirina)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.