"Jika industri pariwisata berbasis lingkungan dikembangkan, maka sektor pertanian sebagai penopang kebudayaan di kabupaten yang terletak di bagian tengah Propinsi Sumatera Utara itu dengan sendirinya akan terlestarikan," ujar Mangindar di Pangururan, Senin.
Saat ini, kata dia, perubahan orientasi industri pariwisata lebih mengarah kepada pola wisata yang menekankan aspek penghayatan dan penghargaan kelestarian alam, lingkungan dan budaya (enviromentally and cultural sensitives).
Indikator keberhasilan pembangunan pariwisata menganut asas kelestarian lingkungan tidak semata diukur dari perspektif ekonomi melalui peningkatan devisa, namun perlu dilandasi pencegahan dan eksploitasi lingkungan alam bagi kepentingan industri pariwisata.
Hal lain yang perlu ditekankan, lanjutnya, visi kelestarian dan pemberdayaan yang arahnya kepada kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan serta penghargaan pada nilai-nilai sosiokultural kemasyarakatan.
"Pulau Samosir terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah serta menjadi salah satu destinasi wisata yang dilirik para pelancong domestik maupun mancanegara," terangnya.
Menurut mantan Kadis Kehutanan Kabutan Toba Samosir ini, menjaga pariwisata daerah agar tetap berkembang pesat bukanlah perkara mudah, sebab banyak faktor yang harus ditunjang, dan salah satunya dengan pelestarian budaya adat.
Ia menjelaskan Kabupaten Samosir mencakup sembilan kecamatan yang merupakan jantung danau Toba dan memiliki ragam pesona wisata yang sangat strategis untuk dikembangkan.
"Kami mempunyai visi untuk menjadikan Samosir sebagai Kabupaten Pariwisata. Semua program pembangunan akan dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata berbasis lingkungan (eco-tourism) sebagai salah satu keunggulan," ujarnya.
Untuk mendukung misi tersebut, kata dia, pemerintah daerah setempat membuat kegiatan pariwisata "Horas Samosir Fiesta", yang dijadikan sebagai agenda Dinas pariwisata setempat tetap setiap tahunnya.
Mangindar menambahkan visi wisata lingkungan yang mereka miliki mengandung makna yang mempertimbangkan dampak sosial ekonomi dan lingkungan di masa kini dan masa mendatang dengan memperhatikan kebutuhan pengunjung (wisatawan), industri pariwisata, lingkungan sekitar dan masyarakat sebagai tuan rumah.
"Pengembangan destinasi pariwisata lingkungan berkelanjutan untuk mengembangkan kualitas hidup melalui pengaturan dan pemanfaatan serta pemeliharaan sumber daya alam dan budaya secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi akan terus diupayakan," katanya. ***3***
menyebutkan Kabupaten yang terletak di bagian tengah propinsi Sumatera Utara itu akan
(T.KR-HIN/B/Farochah/Farochah)
Pewarta: H Imran Napitupulu:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.