Oleh Waristo
    Simalungun, Sumut, 23/8 (Antara) - Dinas Pengelolaan Sumber Air (PSDA) Kabupaten Simalungun mewaspadai musim hujan yang bisa berdampak pada jebolnya saluran irigasi.

         "Seluruh UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) di kecamatan kami instruksikan memperketat pengawasan terhadap jaringan irigasi yang berada di wilayahnya," ujar Kepala Dinas PSDA Simalungun Resman Saragih, Sabtu.

         Resman menyebutkan sejak awal Agustus curah hujan di Simalungun cukup tinggi yang sangat rawan menyebabkan kerusakan jaringan irigasi.

         "Makanya petugas penjaga pintu air yang berjumlah kira-kira 400 orang sudah kami minta meningkatkan kewaspadaan," kata Resman.

         Dia menambahkan di Kabupaten Simalungun kerusakan jaringan irigasi yang disebabkan banjir atau longsor rawan terjadi di lima kecamatan yaitu Tanah Jawa, Sidamanik, Jorlang Hataran, Panei dan Hutabayu Raja.

         Kepala Dinas PSDA mengakui sejauh ini belum ada laporan dari UPTD adanya jaringan irigasi yang rusak khususnya di daerah-daerah yang menjadi sentra  produksi pertanian di Simalungun.

         Anggota DPRD Simalungu Mansur Purba mengharapkan para camat dan kepala desa untuk melibatkan masyarakat untuk penanganan kerusakan irigasi, sebelum ditangani pemerintah daerah.

         "Camat dan kepala desa harus mampu menggerakkan
partisipasi masyarakat atau petani pengguna irigasi untuk melakukan penanganan sementara supaya kebutuhan air tidak terganggu," ujar Mansur. ***3***

Nurul H
(T.KR-WRS/B/N. Hayat/N. Hayat) 23-08-2014 15:48:10

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026