Medan, 9/8 (Antara) - Nilai ekspor karet Sumatera Utara terus turun hingga 27,38 persen dampak melemahnya harga dan termasuk volume ekspor.

"Devisa Sumut dari ekspor karet dan barang dari karet Sumut pada semster I ini tinggal 814,544 juta dolar AS atau turun 27,38 persen dari periode sama tahun lalu yang sudah 1,121 miliar dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono di Medan, Sabtu.

Penurunan nilai ekspor golongan barang itu dampak melemahnya harga jual dan terjadinya juga penurunan volume ekspor dampak krisis global.

Penurunan devisa dari karet itu sangat disesalkan mengingat golongan barang itu merupakan andalan penerimaan devisa Sumut setelah lemak dan minyak hewan/nabati.

Dampak turunnya pemasukan dari karet dan minyak nabati pada semester I tahun ini misalnya sudah menyebabkan total devisa Sumut turun 1,62 persen dari periode sama tahun lalu.

Pada semester I tahun lalu devisa Sumut mencapai 4,797 miliar dolar AS sedangkan tahun ini 4,719 miliar dolar AS.

Sekretaris Eksekutif. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengakui bahwa harga ekspor karet masih di kisaran 1,6 dolar AS per kilogram atau jauh di bawah harga normal di kisaran 2,5an dolar hingga 3an dolar AS per kilogram. "Tidak heran kalau devisa dari karet itu turun,"katanya.

Apalagi, volume ekspor semester I tahun ini juga turun 7,64 persen dibanding periode sama tahun lalu atau tinggal 234.047.692 kilogram dari tahun lalu sebanyak 253.418.483 kilogram.

Penurunan, kata dia, dampak melemahnya permintaan di tengah masih terjadi krisis global. ***2*** Biqwanto (T.E016/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 09-08-2014 14:50:34

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026